Delapan Broker Asing Dominasi Daftar 10 Anggota Bursa Teraktif

ubs reutersIpotnews – Delapan perusahaan efek yang terafiliasi dengan perusahaan investasi asing masuk jajaran 10 besar anggota  bursa dengan nilai transaksi tertinggi di sepanjang kuartal pertama 2013. Derasnya aliran dana investor asing di sepanjang tiga bulan pertama di 2013 menjadi katalisator bagi peningkatan aktivitas transaksi yang dilakukan oleh broker asing.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT UBS Securities Indonesia (AK) menjadi perusahaan efek dengan nilai transaksi tertinggi di sepanjang kuartal pertama 2013 dengan nilai transaksi Rp49,19 triliun dan pangsa pasar 6,54% terhadap seluruh transaksi yang terjadi di BEI. Disusul oleh PT CIMB Securities Indonesia (YU) dengan nilai transaksi Rp47,89 triliun dan pangsa pasar 6,37%, dan PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) dengan nilai transaksi Rp45,58 triliun dan pangsa pasar 6,06%.

Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto, mengatakan sejauh ini anggota bursa yang terafiliasi dengan perusahaan investasi asing cukup dominan sebagai broker teraktif di BEI. Meski demikian, jika dilihat berdasarkan pangsa pasarnya, peran sekuritas lokal juga tidak terlalu signifikan perbedaan total nilai transaksinya dengan broker asing.

“Sebagai contoh, Mandiri Sekuritas sampai dengan April tahun ini, total pangsa pasar 4,2% dari total transaksi di BEI. Rata-rata transaksinya per hari mencapai Rp500 miliar di mana Rp50 miliar berasal dari transaksi secara online trading,” tambah Abiprayadi, Rabu (15/5).

Menurut Abiprayadi, investor institusi masih mendominasi total nilai transaksi Mandiri Sekuritas dengan persentase sebesar 70% dan investor ritel 30%. Saat ini jumlah investor sekuritas BUMN ini adalah sekitar 17 ribu nasabah.

Perolehan nilai transaksi tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode kuartal pertama, di mana pangsa pasar sekuritas berkode CC tersebut terhadap total transaksi mencapai 3,44% dengan nilai transaksi Rp25,89 triliun. Jumlah tersebut berada di posisi ke delapan dari 10 broker teraktif.

“Saat ini kami tercatat berada di posisi enam broker teraktif atau posisi pertama sebagai sekuritas lokal teraktif. Kami menargetkan pangsa pasar kami dapat terus meningkat menjadi 4,5% terhadap total nilai transaksi di BEI sampai dengan akhir tahun ini dan kami berharap dapat terus meningkat ke level tiga besar broker teraktif di pasar modal domestik,” papar Abiprayadi.

Beberapa strategi yang akan dilakukan Mandiri Sekuritas sendiri adalah menambah jumlah basis investor ritelnya dan terus melakukan edukasi kepada nasabahnya agar mau meningkatkan volume transaksinya. Momentum derasnya dana investor asing yang masuk ke Indonesia – di mana jumlahnya sudah mencapai US$5,8 miliar di lima bulan pertama 2013 – membuat perseroan berupaya mengajak investor asing untuk bertransaksi dengan perantara jasa dari Mandiri Sekuritas.

“Salah satunya adalah dengan mengajak investor asing di Singapura di mana sebagian besar investor institusi di sana sangat tertarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. kami akan mengajak mereka melalui cabang kami di sana,” ungkap Abiprayadi.

Terafiliasi Dengan Perbankan

Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas, Marciano Herman, mengatakan perusahaan efek asing mencatat nilai transaksi tertinggi karena masih tingginya komposisi investor asing di pasar modal domestik. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan investor asing terhadap total aset saham pada akhir April 2013 sebesar 58,51% dan investor domestik 41,48%.

“Broker yang terafiliasi dengan perusahaan investasi asing menguasai transaksi saham didorong tingginya nilai transaksi investor asing, khususnya investor institusi. Selain itu, investor asing cenderung menyimpan dana pada perbankan asing yang beroperasi di Indonesia dan menggunakan perusahaan efek yang terafiliasi untuk mentransaksikan efek di pasar modal domestik,” papar Marciano.

Hal tersebut membuat nilai transaksi anggota bursa asing lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai transaksi broker domestik. Sebagai contoh, CIMB Securities yang terafiliasi dengan PT CIMB Niaga Tbk [BNGA 1,320 -20 (-1,5%)] yang dimiliki oleh CIMB Group asal Malaysia sehingga sebagian besar investornya yang berasal dari Singapura dan Malaysia menggunakan CIMB Securities untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia.

Oleh karena itu, anggota bursa domestik diharapkan bisa menarik minat investor asing untuk menggunakan jasa transaksi di pasar modal domestik. Caranya adalah dengan memperluas jaringan pemasarannya di luar negeri.

“Potensi itu ada terutama bagi broker lokal yang terafiliasi dengan bank pemerintah atau bank swasta nasional seperti  Mandiri Sekuritas yang merupakan anak usaha dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk [BMRI 10,050 -100 (-1,0%)] dan PT BNI Securities yang dimiliki PT BNI (Persero) Tbk [BBNI 5,400 0 (+0,0%)]. Perusahaan efek ini memiliki peluang untuk menjadi sekuritas berskala global karena selain memiliki modal yang memadai, kedua perusahaan ini dapat memperluas jaringannya di luar negeri,” jelas Marciano.

Kepercayaan investor asing terhadap broker lokal juga mulai meningkat. Kondisi seperti ini dinilai Marciano seharusnya dapat dioptimalkan broker lokal dengan memperluas jaringan pemasaran ke luar negeri, tanpa mengabaikan ekspansi usaha di dalam negeri.(ha)

LINK

Iklan