Ekspor Masih Melandai, Neraca Perdagangan Defisit Lagi di Awal Tahun

pelabuhan tj priok bumn go idIpotnews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor di awal tahun 2013 ini masih mengalami penurunan, di mana nilai ekspor Januari 2013 turun 0,11% dibanding Desember 2012. Sebaliknya, impor Januari justru mengalami kenaikan sebesar 6,82% jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2012 lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS, Suryamin, dalam konferensi pers BPS di kantornya, Jakarta, Jumat (1/3). Sementara itu, lanjutnya, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 lalu tingkat ekspor Indonesia mengalami penurunan sebesar 1,24%.

Dia menjelaskan, penurunan ekspor tersebut lebih dipengaruhi oleh menurunnya ekspor migas sebesar 11,87% atau menjadi sebesar US$2,61 miliar dari kinerja ekspor migas di Desember 2012 yang mencapai US$2,96 miliar. Karena justru ekspor non migas mengalami kenaikan sebesar 2,69% dari sebelumnya US$12,42 miliar menjadi US$12,7 miliar.

“Ekspor Januari tahun ini hanya sebesar 15,38 miliar dolar AS atau turun 0,11 persen dari ekspor Desember 2012 yang bisa mencapai 15,41 milair dolar. Penurunan ini lebih dikarenakan penurunan ekspor migas, dan penurunan ekspor migas ini disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 43,41 persen menjadi 631,7 juta dolar AS,” kata Suryamin.

Sementara itu, lanjutnya, untuk kinerja impor Januari 2013 justru mengalami kenaikan sebesar 6,82% jika dibandingkan bulan yang sama tahun 2012 lalu. Namun jika dibandingkan dengan impor Desember 2012, mengalami penurunan 0,22% atau menurun sebesar US$34,6 miliar menjadi sebesar US$15,55 miliar.

“Penurunan impor dibanding bulan Desember tahun lalu itu lebih disebabkan turunnya impor non migas sebesar 3,11 persen atau 369,4 juta dolar AS. Sedangkan impor migas meningkat sebesar 334,8 juta dolar AS atau naik 9,04 persen dibanding akhir bulan tahun 2012,” jelasnya.

Masih Defisit

Dengan kinerja ekspor Januari 2013 yang hanya mencapai US$15,38 miliar, sementara itu impor Januari sebesar US$15,55 miliar, maka defisit neraca perdagangan di Januari 2013 ini mencapai US$171 juta. Di mana tingkat defisit awal bulan tahun ini lebih tinggi dibanding defisit di Desember 2012 lalu yang hanya sebesar US$151 juta. “Jadi neraca perdagangan kita awal tahun ini masih defisit 171,0 juta dolar AS, karena impornya 15,55 miliar dolar AS sedangkan ekspornya hanya 15,38 dolar AS,” ucap Suryamin.

Seperti diketahui, sepanjang tahun lalu neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 4 bulan berturut-turut di semester I hingga awal semester II-2012. Kemudian neraca perdagangan sempat mengalami surplus sebulan saja dan kembali defisit di akhir tahun 2012.(Fitriya/ha)

LINK