Kisah Kakek 90 Tahun Nikahi Gadis 15 Tahun Di Arab

19549Ipotnews – Seorang pria Arab Saudi berusia 90 tahun menuntut ganti rugi mahar Rp167 juta kepada istrinya yang berumur 15 tahun. Pria renta itu merasa tertipu menikahi sang gadis karena malam pertamanya tak mengesankan.

Seperti diberitakan situs Al-Arabiya Selasa (8/1), pria lansia anonim itu berang sebab saat malam pengantin, gadis remaja yang tidak disebutkan namanya itu mengunci diri di kamar. Dalam sebuah wawancara, dia menceritakan, sang gadis yang berayahkan seorang Yaman dan beribu seorang Suadi itu mengurung diri selama dua hari sebelum akhirnya kabur ke rumah orangtuanya.

Kakek renta itu malah mencurigai drama pelarian si istri sebagai konspirasi mertuanya. Ia mengaku ditipu telah membayar mahar sebesar 65.000 riyal Saudi atau sekitar Rp167 juta kepada orangtua gadis itu. Menurutnya, pernikahan dengan gadis itu sah dan tidak melanggar hukum syariah. Dia bersikeras meminta gadis itu kembali atau uang maharnya.

Menurut teman dekat keluarga pengantin perempuan, gadis itu ketakutan pada malam pengantin. Dan belum ada keterangan dari pihak keluarga pengantin belia itu.

Gelombang Kecaman

Pernikahan beda usia ini menyulut kecaman dari aktivis HAM dan netizen media sosial di Arab Saudi. Menurut kicauan beberapa akun di Twitter, orangtua gadis itu bersalah karena, menyerahkan anak gadis mereka ke seorang pria yang pantas menjadi kakeknya.

Ahli hukum Mouhammad Khaled Alnuzha dalam akun Twitter-nya, @ mkalnuzha, bertanya, “Apakah kasus kejahatan perdagangan manusia ini dapat dihukum?”. Pengguna twitter lain, @ Sx84, yang menyebut dirinya sebagai pakar hukum, menyatakan, “Dia (gadis itu) masih dianggap sebagai produk. Seorang ayah menjual putrinya tanpa ampun, yang akan dibeli oleh uang dan status dan kekuasaan, semua itu demi memenuhi sebuah nafsu.”

Samira al-Ghamdi, seorang psikolog di sebuah pusat perlindungan anak, via akunnya @ SamiraAlGhamdi, menulis, “Kita memerlukan hukum untuk menghukum tindakan-tindakan semacam ini… cukup sudah pelecehan anak.” Dia menambahkan, “kisah pengantin anak itu harusnya berjudul “Seorang Pria 90 Tahun `Membeli` Seorang Gadis“… atau “Seorang Ayah `Menjual` Putrinya.”

Sementara itu, anggota Asosiasi HAM Arab Saudi, Suhaila Zein al-Abedin, mendesak pemerintah aparat ikut campur untuk menyelamatkan gadis itu dari tragedi. Karena menurutnya, dalam hukum Islam, pernikahan haruslah ada persetujuan dari calon pengantin atau perempuan yang akan dinikahi.

“Pernikahan harus didasarkan pada kesepakatan bersama, dan hal itu tidak terpenuhi, sebagaimana ditunjukkan oleh langkah gadis itu dengan mengunci dirinya di dalam kamar,” tandasnya.

Aparat harus menyelidiki latar belakang keluarga gadis itu, apakah ada indikasi penjualan manusia atau tidak. Terakhir, ia menyarankan kepada Kerajaan Arab Saudi untuk menetapkan usia 18 tahun untuk menikah bagi calon pengantin perempuan.

LINK