Peringatan IMF: Penghematan “Gila-gilaan” Bisa Mengganggu Pertumbuhan

olivier blanchard-reutersIpotnews – Pengetatan ikat pinggang di negara maju mungkin tidak begitu membahayakan pertumbuhan ekonomi saat ini, kala krisis keuangan mencapai puncaknya.

Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan penelitiannya, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, di Washington, Jumat (4/1), mengingatkan semua negara agar berhati-hati terhadap kebijakan pemangkasan anggaran secara drastis.

Oktober lalu, IMF mendapatkan kritik keras ketika mengakui program penghematan yang direkomendasikan selama krisis global ternyata lebih mahal dari perkiraan, bahkan menyebabkan kerusakan ekonomi tiga kali lipat dari perkiraan.

Dalam sebuah makalah yang disampaikan Kepala Ekonom IMF, Olivier Blanchard, dan rekannya, Daniel Leigh, mereka tetap bersikukuh pada kesimpulan awal, namun dampak terberat dari program tersebut mungkin bisa memudar ketika perekonomian mulai pulih.

Laporan Oktober lalu memicu kritik dari sejumlah negara Eropa yang dililit utang karena “dipaksa” melakukan penghematan anggaran “gila-gilaan”. Hal itu mendorong IMF untuk melunakkan rekomendasinya sendiri untuk penghematan di zona euro yang tengah krisis.

Dikatakan, saat ini memaksa Yunani dan negara lain yang dibebani utang untuk mengurangi defisit mereka terlalu cepat akan menjadi kontraproduktif. “Misalnya, di Portugal, kami telah melonggarkan target defisit fiskal,” ucap Blanchard.

Beberapa ekonom juga mempertanyakan metodologi IMF yang digunakan dalam penelitian awal, dengan mengatakan temuan tersebut mungkin terlalu dibesar-besarkan, atau hanya diterapkan untuk negara-negara atau waktu tertentu.

Dalam laporan tindak lanjut ini, Blanchard dan Leight mengatakan penelitian mereka menyertakan sebagian besar negara maju selama puncak krisis keuangan tahun 2009-2010.

“Para ekonom meremehkan multiplier fiskal, yaitu, efek jangka pendek dari pemotongan belanja pemerintah atau kenaikan pajak atas kegiatan ekonomi,” tulis IMF.

Tetapi, dalam dua tahun terakhir, efek negatif dari pemangkasan anggaran terhadap pertumbuhan mungkin telah menyusut, ekonomi mulai membaik, bisnis kembali bergairah karena bisa mengajukan pinjaman lebih banyak, sehingga membuat pengeluaran pemerintah tidak terlalu penting.

Blanchard dan Leigh mengatakan dampak spending pemerintah terhadap perekonomian bisa bervariasi, bergantung pada negara dan kondisi ekonominya. Mereka memperingatkan bahwa pemerintah seharusnya tidak perlu menunda program penghematan, tetapi harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap pertumbuhan.

LINK