PLN dan Pertamina Tak Boleh Berorientasi Keruk Keuntungan Semata

rudi rubiandini-seputaracehIpotnews – Badan usaha milik negara yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak atau BUMN Publik Service Obligation (PSO) tidak boleh berorientasi pada keuntungan,  karena akan merusak tatanan kinerjanya.

“Seharusnya BUMN seperti PT PLN (Persero) tidak boleh berorientasi pada keuntungan, karena PLN itu adalah pelaksana. Berbeda dengan Garuda Indonesia yang tidak menjadi kepentingan hajat hidup orang banyak,” ucap Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya dan Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, di Jakarta, Rabu (2/1).

Rudi menjelaskan, BUMN lain yang terkait hajat hidup orang banyak, seperti PT Pertamina, seharusnya juga tidak mengejar keuntungan untuk sektor hilirnya, sementara sektor hulu dipersilahkan.

Walaupun penetapan harga di dua BUMN tersebut ditentukan oleh pemerintah, jika kedua perusahaan “pelat merah” tersebut berorientasi pada keuntungan, bakal sangat membahayakan, karena keduanya hanya sebagai pelaksana.

“Dana mereka kan dari APBN, kalau mereka dapat untung, masa dananya dikembalikan ke APBN. Itu kan tidak perlu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam pemaparan kinerja tahun 2012, Kementerian BUMN mengakui laba PLN hanya 23 persen dari yang ditargetkan. Bahkan, laba bersih PLN turun 59,64 persen dari 2011.

Sekretaris Kementerian BUMN, Wahyu Hidayat, mengatakan, walaupun tidak mencapai target, sumbangan dividen PLN masih cukup besar.

LINK