KSEI: Login Nasabah ke Fasilitas AKSes Masih Minim

KSEIIpotnews – Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat dari 281.438 nasabah yang tercatat per 26 Desember 2012, baru sekitar 12% yang sudah melakukan login ke fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes). Di tahun ini, KSEI menargetkan jumlah tersebut naik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan fasilitas ini.

Demikian dikatakan Direktur Utama KSEI, Ananta Wiyogo, akhir pekan lalu (28/12). Selain sosialisasi yang dilakukan, KSEI juga melakukan beberapa program serta pengembangan untuk meningkatkan aktivitas login investor.

Penerapan fasilitas AKSes bersamaan dengan pemberlakuan identitas tunggal investor (SID) erat kaitannya dengan implementasi pemisahan rekening dana nasabah (RDN) yang mulai dilaksanakan sejak 1 Februari 2012. “Dengan dibukanya RDN, maka nasabah dapat melakukan pemantauan atas saldo dan aliran dana yang digunakan untuk melakukan transaksi dan penyelesaian transaksi efek melalui fasilitas AKSes,” tambah Ananta.

Per 26 Desember 2012 total SID sendiri mengalami kenaikan 13,41% menjadi 281.438 pada 26 Desember 2012 dari 248.151 pada akhir Januari 2012 sebelum kewajiban kepemilikan SID efektif diberlakukan. Ananta menghimbau kepada seluruh investor pasar modal untuk selalu memantau potofolio efek dan dana miliknya di fasilitas AKSes.

“Perusahaan efek juga diharapkan untuk senantiasa menjembatani penyediaan berbagai sarana perlindungan bagi investor tersebut,” jelas Ananta.

Aset Tersimpan
Di kesempatan yang sama, Ananta juga mengatakan secara keseluruhan total aset yang tercatat di C-BEST sampai dengan 26 Desember 2012 sebesar Rp2.735,97 triliun atau meningkat 21,18% dibanding dengan data per 28 Desember 2011 sebesar Rp2.257,75 triliun. Sementara itu, keseluruhan jumlah efek yang tercatat di periode yang sama juga meningkat 10,38% menjadi 1.105 efek dari 1.001 efek.

Total aset saham yang tercatat di C-BEST sampai dengan 26 Desember 2012 masih didominasi kepemilikannya oleh investor asing, secara persentase mengalami penurunan menjadi 59% per 26 Desember 2012 dari 60% pada 28 Desember 2011. Meski demikian secara nilai meningkat 19,51% menjadi Rp1.476,08 triliun dari Rp1.235,04 triliun.

“Sedangkan untuk aset saham yang dimiliki investor lokal secara persentase dan nilai naik 23,65% menjadi Rp1.024,23 triliun (41%) dari Rp828,32 triliun (40%),” papar Ananta.

Untuk total aset obligasi korporasi dan sukuk yang tercatat di C-BEST yang masih didominasi kepemilikannya oleh investor lokal secara persentase mengalami penurunan menjadi 93% dari 95% namun secara nilai mengalami peningkatan 23,95% menjadi Rp175,34 triliun dari Rp141,46 triliun. Sedangkan untuk aset obligasi korporasi dan sukuk yang dimiliki investor asing secara persentase dan nilai meningkat 80,02% menjadi Rp12,35 triliun (7%) dari Rp6,86 triliun (5%).

LINK