Tersesat di Alam Liar Berbulan-bulan, Nelayan Rusia Santap Daging Manusia

nelayan rusia-newsIpotnews – Dua nelayan Rusia yang tersesat berbulan-bulan di hutan boreal atau taiga di kawasan timur Rusia, mengaku terpaksa memakan mayat temannya sendiri. Mereka melakukan kanibalisme demi bertahan hidup.

Seperti dilansir laman News, Rabu (19/12), pada Agustus 2012, empat nelayan melakukan ekspedisi memancing di wilayah Yakutia, lokasi terpencil di sebelah timur Rusia. Yakutia merupakan sudut terpencil Rusia dengan cuaca yang ekstrim, jauh dari keramahan dunia.

Sekelompok nelayan itu kehabisan bahan makanan dan kendaraan yang mereka tumpangi rusak berat. Mereka terdampar di hutan belantara yang disebut boreal—jenis hutan terluas kedua di dunia setelah tropika yang berlokasi di lingkar kutub—dan akhirnya berjalan kaki sejauh 150 kilometer.

Tiga bulan berikutnya, November, mereka ditemukan tim penyelamat di sekitar Sugai Sutam, berjarak 250 kilometer dari kota terdekat di Neryungri, di selatan Yakutia, dalam kondisi mengenaskan, kedinginan dan kelaparan. Namun, di area perkemahan, polisi menemukan keganjilan terhadap sisa mayat nelayan yang ditemukan di sana.

Polisi semula mencium jejak pembunuhan. Namun, ternyata yang terjadi adalah kasus kanibalisme. Menurut penyidik, dua nelayan yang selamat mengaku telah menyantap rekannya sendiri, demi bertahan hidup. Tetapi, mereka berkilah telah membunuh rekannya.

“Selama interogasi, kami mendapatkan keterangan jika salah satu saksi mengaku mereka melakukan kanibalisme,” ungkap sumber dari kepolisian kepada harian Komsomolskaya Pranda.

Dari hasil penyelidikan, kedua nelayan yang selamat masih berstatus sebagai saksi. “Dua rekan yang meninggal itu karena tidak tahan dengan kondisi alam dan cuaca. Itu alamiah,” kata sumber itu.

Harian Komsomolskaya Pranda melaporkan, menurut sumber dari pihak yang menangani kasus tersebut, salah satu nelayan, Alexander Abdullayev, mengaku dia bersama rekannya, Alexei Garulenko, terpaksa memakan mayat Andrei Kurochkin.

“Menurut Abdullayev, rekannya Kurochkin meninggal secara wajar, karena kedinginan. Demi bertahan hidup, dia dan Alexei terpaksa memakan tubuh rekannya selama berminggu-minggu,” tulis laman NVPress.ru.

Sementara itu, penyidik dari Yakutsk, ibu kota Yakutia membenarkan bahwa kanibalisme terjadi dalam kasus nelayan tersebut.

Kasus kanibalisme ini masih dalam proses pemeriksaan. Saksi Alexander Abdullayev bersama tim investigasi tengah mencari nelayan keempat, Victor Komarov, yang jenazahnya belum ditemukan. (Vina)

LINK