Selangkah Lagi, Standard And Poor’s Kuasai Pefindo

standard poors politico comIpotnews – Rencana perusahaan pemeringkat asing Standard & Poor`s (S&P) untuk memperbesar kepemilikan saham di PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tinggal selangkah lagi. Pemegang saham Pefindo telah menyetujui rencana penambahan kepemilikan S&P di Pefindo maksimal 40%.

Demikian dikatakan Direktur Utama Pefindo, Ronald T Andi Kasim, ketika ditemui di gedung BEI, Selasa (18/12). Meski demikian, Ronald mengatakan pemegang saham masih belum menyepakati mekanisme masuknya S&P dan nilai nominal saham yang akan diserap lembaga rating asal Amerika Serikat tersebut.

Di sisi lain, Ronald meyakini bahwa masuknya S&P akan meningkatkan kinerja Pefindo di masa mendatang. “Saat ini pemehang saham tengah mengkaji beberapa opsi mekanisme masuknya S&P ke Pefindo antara lain melalui divestasi pemegang saham lama atau melalui penerbitan saham baru (rights issue),” tambah Ronald.

Ronald meyakini, besar kemungkinan mereka akan masuk melalui mekanisme rights issue karena untuk penjualan saham membutuhkan proses panjang. Jika pilihannya rights issue, maka pemegang saham lama tidak boleh membeli saham baru yang dilepaskan Pefindo.

Selain proses rights issue, manajemen Pefindo juga berharap harga pembelian saham perseroan oleh S&P sudah disepakati di awal tahun depan. Sedangkan realisasinya diselesaikan sebelum Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Juni 2013.

Menurut Ronald, saat ini terdapat 97 pemegang saham Pefindo, namun 15 di antaranya sudah tidak diketahui kejelasannya. Di mana pemegang saham terbesar adalah Dana Pensiun Bank Indonesia dengan 25% dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 20%.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengaku pemegang saham telah menyetujui rencana rencana masuknya S&P ke Pefindo. Namun Ito belum bisa memastikan kapan pemegang saham bisa memutuskan mekanisme dan harga yang ditawarkan kepada S&P.(Rheza)

LINK