Ito Warsito: Redenominasi Akan Percepat Pengolahan Data BEI

redenominasi-kaskus co idIpotnews – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tengah mempersiapkan sistem teknologi informasi (IT) terkait rencana pemerintah untuk menyederhanakan angka rupiah (redenominasi). Kajian BEI menunjukkan bahwa dari sisi efisiensi, redenominasi dinilai akan lebih menguntungkan sistem kerja pasar modal.

“Redenominasi itu akan menguntungkan buat ekonomi Indonesia, bukan sebatas pada kebanggaan Indonesia. Dan ini akan meningkatkan efisiensi internal,” kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Jakarta, Rabu (19/12) malam.

Ito menjelaskan, rencana redenominasi yang akan menghilangkan tiga angka nol akan mempercepat proses komputerisasi pengolahan data. “Setiap hari di industri keuangan kita terjadi miliaran transaksi. Dengan adanya pengurangan digit tersebut, tentunya besar file menjadi berkurang,” paparnya.

Efisiensi data tersebut, jelas Ito, tentunya akan berefek pula pada penghematan waktu kerja di BEI. “Miliaran transaksi yang terjadi selama ini akan berujung pada penghematan file hingga hitungan gigabit, bahkan terabit,” ucapnya.

Kendati ada pengurangan digit, menurut Ito, redenominasi ini diyakini tidak akan merugikan investor, mengingat kebijakan ini tidak menurunkan nilai rupiah. “Ini tidak ada masalah ke penawaran saham perdana. Misalnya, PT Wijaya Karya yang IPO-nya Rp380, akan menjadi Rp38 sen,” kata Ito.

Masalah yang akan muncul dari redenominasi, jelas Ito, hanya terkait dengan berkurangnya rasa kebanggaan dari individu-individu tertentu. “Misalnya, yang saat ini menjadi miliarder, mereka hanya akan menjadi jutawan dan gaji saya akan menjadi ribuan rupiah saja,” katanya.

Dia menambahkan, dampak positif yang akan muncul dari kebijakan redenominasi ini juga akan memudahkan proses kerja akuntan. “Ini akan menjadi penghematan jam kerja di bagian keuangan. Memang proses redenominasi ini membutuhkan masa transisi yang panjang,” ujar Ito. (Budi)

LINK