Bakrie & Brothers Melirik ke Sektor Otomotif Dan Infrastruktur

logo bakrie kaskus co idIpotnews – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sedang menjajaki ekspansi usaha ke sektor otomotif,  sebagai salah satu rencana strategis perseroan untuk fokus ke aset non publik terlebih dahulu.

Direktur Utama Bakrie & Brothers [BNBR 50 0 (+0,0%)], Bobby Gafur Umar, mengatakan pihaknya melalui anak usaha PT Bakrie Tosanjaya akan berekspansi ke bisnis penyedia suku cadang untuk kendaraan komersial jenis light truck. Perseroan akan bekerja sama dengan salah satu dari tiga calon partner perusahaan komponen otomotif dari Korea Selatan.

“Dalam waktu dekat kami akan segera bertemu dengan perwakilan mereka dan kemungkinan akan segera direalisasikan,” ujar Bobby, dalam acara paparan publik, Senin (3/12).

Menurut Bobby, kebutuhan dana untuk Bakrie Tosanjaya dalam lima tahun ke depan US$150 juta. Realisasi dari dana tersebut akan didapatkan baik dari partner asal Korea Selatan tersebut, ataupun dari pinjaman modal kepada pihak lain.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun satu pabrik. Saat ini perseroan sedang dalam proses persiapan lahan di daerah Cikarang, Tangerang, ataupun menggunakan lahan yang telah dimiliki BNBR di wilayah Bekasi.

“Untuk bisnis ini, kami mungkin akan mulai (menyertakan modal atas kepemilikan saham di Bakrie Tosanjaya) di 20% terlebih dahulu. Akan tetapi begitu pabrik tersebut sudah berjalan, kami akan menaikkan porsi kepemilikan di sana dengan penambahan modal dan alih teknologi dalam beberapa tahun mendatang,” ungkap Bobby.

Direktur Keuangan BNBR, Eddy Soeparno, mengatakan jika lini bisnis otomotif tersebut sudah berproduksi dan BNBR menguasai mayoritas kepemilikan saham di sana, maka keuntungannya dapat berkontribusi terhadap pendapatan 30%-40% induk usaha grup Bakrie tersebut. Perseroan sendiri memperkirakan industri otomotif masih akan prospektif di tahun depan.

Rencana tersebut dengan kata lain menyiratkan bahwa BNBR mulai beralih ke sektor otomotif serta infrastruktur. Pasalnya sebelumnya BNBR melalui anak usahanya yang lain, PT Bakrie Indo Infrastruktur akan menggarap proyek pembangkit listrik, jalan tol dan pembangunan jalur pipa gas senilai US$500 juta. Walaupun memang lini bisnis di sektor sumber daya alam tetap akan dikembangkan.

Divestasi Aset dan Pengurangan Utang

Di sisi lain, Bobby juga mengatakan pihaknya akan melakukan divestasi kepemilikan di salah satu anak usahanya, PT Bakrie Pipe Industries, yang ditargetkan selesai di kuartal pertama 2013. Kemungkinan perseroan akan melepas 40%-80% kepemilikannya di aset tersebut ke salah satu dari tiga pihak yang saat ini tengah dalam proses uji tuntas.

“Kami belum dapat menjelaskan lebih detil saat ini karena menunggu proses uji tuntas selesai. Divestasi tersebut untuk mengurangi beban utang,” papar Bobby.

Dari awal tahun sampai dengan kuartal ketiga 2012, BNBR telah berhasil mengurangi beban utang konsolidasian sebanyak 34,5% atau setara dengan Rp3,7 triliun. Di tahun depan BNBR berencana menurunkan utang secara progresif khususnya pada jenis utang berjangka pendek atau yang memiliki jaminan likuiditas saham.

Pasalnya selain beban bunga yang tinggi, utang jenis tersebut juga mengurangi ekuitas perseroan. “Jadi jika harga saham kami mengalami penurunan, kami kesulitan menyesuaikan nilai asetnya makanya kami akan menjual aset untjuk mengurangi beban utang,” tambah Eddy.

Sedangkan terkait dengan perseteruan dengan Nat Rothschild di Bumi Plc, Bobby menyerahkan kepada manajemen Bumi Plc. “Kami telah mengajukan proposal (kepada Bumi Plc) dan tengah menunggu persetujuan. Soal (proposal) counter Rothschild, itu urusan di Bumi Plc dan saat ini kami lebih memilih untuk fokus terlebih dahulu di pengembangan aset non publik. Permasalahan di aset publik seperti Bumi Plc ataupun PT Berau Coal Energy Tbk [BRAU 210 -5 (-2,3%)] nanti saja walaupun pasti akan kami selesaikan,” tutup dia.

LINK