Lunasi Utang, BUMI Proyeksikan Lego Sejumlah Anak Usaha

dileep srivastara straitstimes comIpotnews – PT Bumi Resources Tbk akan melunasi sebagian utangnya yang jatuh tempo pada 2013-2014 senilai US$474,57 juta, sehingga ditargetkan dalam dua tahun ke depan rasio utang terhadap EBITDA perseroan dapat turun menjadi 1 kali dari saat ini sebesar 2,8 kali. Untuk melunasi sebagian utang, rencananya perseroan akan melego sejumlah anak usaha beserta asetnya, termasuk PT Bumi Resources Minerals Tbk.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi resources [BUMI 550 -20 (-3,5%)], Dileep Srivastava, mengatakan saat ini total utang BUMI dan entitas anak yang jatuh tempo sampai dengan 2016 mendatang senilai US$4,11 miliar. Sedangkan utang BUMI sendiri sebesar US$3,78 miliar.

“Kami akan melakukan tiga hal untuk melunasi sebagian utang kami, yakni menjual aset non inti perseroan – seperti di PT Bumi Resources Minerals Tbk [BRMS 360 -5 (-1,4%)], Fajar Bumi Sakti, dan PT Pendopo Energi Batubara, menarik investasi di Recapital serta menarik piutang di PT Bukit Mutiara,” papar Dileep dalam acara Investor Summit 2012, Rabu (27/11).

Menurut Dileep, BUMI masih memiliki piutang di Bukit Mutiara senilai US$260 juta. Sedangkan investasi di Recapital Asset Management nilainya sebesar US$350 juta. Kontrak di Recapital itu sendiri sebenarnya berakhir di Agustus 2015 namun BUMI mempertimbangkan untuk menarik sebagian ataupun seluruh investasinya di perusahaan investasi tersebut.

Sedangkan untuk monetisasi aset, seperti Fajar Bumi Sakti dan BRMS, Dileep enggan mengatakan potensi dana yang akan didapatkan perseroan. Pasalnya ada peningkatan nilai aset yang cukup signifikan di kedua aset tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebagai contoh, ketika BRMS melakukan penawaran umum saham perdana di 2011, nilainya sebesar US$2,2 miliar. Namun delapan bulan setelah IPO, Bumi Plc melakukan pembelian 74% saham BRMS seharga US$2 miliar. Artinya ada peningkatan volume aset sekitar US$2,8 miliar,” papar Dileep.

Manajemen BUMI saat ini berpendapat bahwa aset BRMS dapat melebihi jumlah tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan penawaran serius kepada pembeli yang hanya memberikan valuasi wajar terhadap kedua aset perseroan yang akan dilepas tersebut.

“Jika memang ketiga langkah tersebut masih belum cukup untuk mendapatkan dana demi melunasi sebagian utang yang jatuh tempo, bisa juga kami akan mencari pinjaman kembali,” tutup Dileep.

LINK