Cari Calon Pembeli, Rabobank Segera Tinggalkan Indonesia

rabobank flickr comIpotnews – Rabobank bergabung dengan jajaran lembaga keuangan yang menarik operasionalnya di Asia dengan menjual unit usahanya di Indonesia senilai USD400 juta, demikian menurut sejumlah sumber diberitakan Reuters, Kamis (29/11). Bank yang berakar pada sektor pertanian di Belanda itu sebelumnya menyatakan operasi internasionalnya akan difokuskan pada penyediaan pelayanan perbankan bagi industri pertanian dan pangan.

Sebelumnya, Rabobank telah menjual saham mayoritasnya di bank Swiss, Sarasin, senilai USD1,12 miliar kepada kelompuk perbankan global, Safra, pada akhir tahun lalu. Juga menawarkan unit bisnis fund managementnya, Robeco, kepada investor yang berminat.

Rabobank, bank ritel terbesar Belanda, menyatakan akan melanjutkan bisnisnya dengan sejumlah mitra besarnya di Indonesia melalui unit di Singapura dan Hong Kong. Sebagai catatan, Indonesia merupakan negara terakhir di Asia di mana unit ritel Rabobank beroperasi.

Sejumlah lembaga keuangan Eropa dan Amerika Serikat sudah memangkas operasinya di Asia, bahkan memutus rantai bisnis di Asia untuk fokus berbisnis di negara asal, menyusul krisis keuangan global pada 2008. Seperti rival Rabobank, ING, lalu bank milik pemerintah Inggris, Royal Bank of Scotland, serta jasa asuransi Inggris, Aviva Plc.

Disebutkan, Morgan Stanley sudah diserwa Rabobank untuk menemukan calon pembeli unit usahanya di Indonesia. Sejumlah pembeli potensial ada dari China, Jepang, Korea, dan bank Indonesia sendiri.

Rabobank masuk ke pasar Indonesia pada 1990 dan dengan mengoperasikan 90 cabang di seluruh Indonesia asetnya diperkirakan senilai Rp13,3 triliun (USD1,4 miliar) pada akhir 2011. Bank ini menyalurkan kredit ke perusahaan-perusahaan menengah kecil dan menjalankan bisnis ritel. Dengan pendapatan itu, unit Indonesia menyumbang laba bersih USD4,3 juta, kecil jika dibandingkan dengan laba global Rabobank yang mencapai USD3,36 miliar (2,6 miliar euro).

Namun, baik manajemen Rabobank maupun Morgan Stanley menolak berkomentar soal rencana penjualan itu.

Valuasi saham perbankan Indonesia termasuk yang termahal di dunia dengan rasio harga saham terhadap nilai buku (price-to-book/PBV) 2,5, menurut data Thomson Reuters. Bandingkan dengan rata-rata Asia yang sebesar 1,4 kali.

LINK

Iklan