Karena Gengsi, Pria Cenderung Menyangkal Depresi

Ipotnews – Perempuan bersikap demonstratif karena ada semacam persetujuan sosial yang membolehkan mereka lebih terbuka secara emosional. Sebaliknya pria, tidak bisa terlalu mengumbar perasaan terlebih kegagalannya di hadapan publik dengan alasan takut dilabeli tidak gagah.

Kesulitan mengungkapkan perasaan bagi sebagian besar pria bisa menjadi bumerang. Karena karakteristik biologis dan lingkungan sosial, pria tidak mudah mengatasi depresi seperti halnya perempuan. Perempuan melepaskan stres dengan bicara, karena saat bicara mereka melepaskan hormon oksitosin yang membuat mereka lebih baik. Menurut penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa pria kerap mengabaikan depresi pada dirinya.

Melansir situs Telegraph Senin (19/11), menurut penelitian ilmuwan dari Universitas Westminster, Inggris, pandangan sosial yang menilai pria harus lebih tangguh daripada perempuan, berpengaruh terhadap kesehatan mental. Asumsi sosial bahwa pria lebih tangguh inilah yang membiasakan pria tak acuh kepada stres.

Para lelaki juga dinilai lebih buta dalam mengenali tekanan emosional ketimbang perempuan. Hal ini berdasarkan penelitian ilmuwan terhadap 1.200 responden di Inggris yang diwawancarai masalah kesehatan mentalnya.

Peneliti meminta para responden menilai keadaan karakter bernama Jack dan Kate melalui sebuah paragraf. Perbedaan di antara kedua tokoh ini hanya terletak pada perbedaan jenis kelamin.

Dalam paragraf itu dijelaskan, selama dua pekan terakhir Jack/Kate merasa amat sedih. Tokoh itu bangun di pagi hari dengan perasaan datar, beban berat yang terus menggelayuti seharian.

Dari paparan itu, sebanyak 57 persen responden menilai bahwa Kate lebih menderita sebab, mengalami masalah kesehatan mental. Sekitar 52 persen lainnya menilai Jack yang paling sengsara. Sementara itu, sepuluh persen menyatakan Kate positif tak menderita dai masalah kesehatan mentalnya dan 21 persen menilai Jack yang menderita depresi.

Peneliti menyimpulkan, baik pria maupun perempuan sama-sama cenderung berpikir bahwa Kate (perempuan) lebih menderita ketika depresi mendera.

Sementara itu, Dr Viren Swami dalam artikel yang dipublikasikan jurnal PLos One menambahkan, dalam lingkungan sosial memang laki-laki dibimbing untuk meyakini bahwa mereka tak menderita karena depresi.

“Pria cenderung menyangkal merasakan depresi. Mereka cenderung berpikir bahwa perasaan mereka hanya bagian dari hidup keseharian,” tutup Swami. (Vina)

Keterangan foto: Ilustrasi. Diambil dari www.telegraph.co.uk

LINK