Prabowo-Rothschild Bentuk Konsorsium Menandingi Bakrie Group

Ipotnews – Nat Rothschild seolah tak surut melakukan perlawanan terhadap Bakrie Group. Kini dikabarkan Rothschild membentuk konsorsium untuk menandingi proposal tawaran Bakrie senilai $1,5 miliar untuk membeli Bumi Plc. Serangan balik Rothschild tersebut seperti menyiramkan bensin terkait kerja sama bisnisnya dengan Bakrie yang sudah membara.

Sebuah sumber Reuters yang tak mau disebut jati dirinya menginformasikan, Rothschild telah terlibat negosiasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan Prabowo Subianto untuk menggagalkan skema Bakrie dan mengambil bagian kontrol terhadap bisnis batu bara. Namun sang sumber tidak mengatakan sebagai pihak apa kapasitas keterlibatan Prabowo dalam negosiasi tersebut. Prabowo tidak dapat dikonfirmasi perihal keterlibatan tersebut. Dia tidak menjawab panggilan telepon selularnya.

Bakrie Group yang merupakan patron Aburizal Bakrie bulan lalu menyatakan ingin melepas kepemilikan sahamnya di Bumi Plc dan ingin merombak struktur perusahaan dengan membeli kembali saham-saham di 2 perusahaan utama batu bara PT Bumi Resources Tbk ( [BUMI 670 10 (+1,5%)]) dan Berau Coal Energy ( [BRAU 240 35 (+17,1%)]). Kedua perusahaan tersebut merupakan aset operasional terpenting.

Skema proposal tawaran Bakrie mencakup 3 tahapan: menukar saham milik mereka di Bumi Plc untuk mendapatkan 29% saham Bumi Resources yang menjadi milik Bumi Plc. Selanjutnya membeli secara tunai sisa saham dan kemudian membeli 85% saham Bumi Plc yang terdapat di Berau Coal Energy.

LINK

Bakrie menyuntik aset pertambangan kepada Bumi Plc dua tahun lalu untuk menolong perusahaan tersebut mencatatkan sahamnya di bursa London bersama-sama dengan Rothschild. Kedua belah pihak akhirnya berselisih di meja direksi. Jatuhnya harga batu bara dan koreksi harga saham Bumi Plc secara signifikan di bursa London makin memecah kongsi keduanya.

Sang sumber juga menginformasikan Rothschild akan legowo membiarkan Bakrie kembali menguasai Bumi Resources. Pertempuran sesungguhnya antara Rothschild dan Bakrie diharapkan terjadi pada proses pengambilalihan Berau Coal Energy yang merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar keempat di Indonesia karena pengaruh Bakrie terhadap Berau dinilai kurang.

Bakrie Group mengumumkan proposal tawaran bulan lalu ketika hubungan antara Keluarga Bakrie dan Rothschild makin buruk. Rothschild menyatakan mundur dari Bumi Plc dan kemudian Bakrie merilis proposal buyback.

Konsorsium yang dibentuk Rothschild akan menawarkan skema alternatif yang menurut sang sumber konsepnya masih cair. Kemungkinan tawaran tersebut mengizinkan pemodal untuk mendapatkan beberapa aset batu bara sebagaimana yang diinginkan. Juru bicara Rothschild menolak untuk memberikan tanggapan. Harga saham Bumi Plc sempat melorot lebih dari 80% meski kini mulai menguat pasca pecah kongsi Rothschild dan Bakrie.

Hubungan Rothschild dan Bakrie terpuruk ke titik nadir bulan lalu ketika dia secara resmi lengser dari posisi anggota direksi Bumi Plc setelah kabar investigasi dugaan pelanggaran prinsip good corporate governance di perusahaan afiliasinya di Indonesia. Investigasi tersebut makin meningkatkan tensi buruk keduanya. Menurut sumber tersebut, Rothschild secara resmi baru akan mengajukan tawaran membeli aset-aset Bumi sampai proses penyelidikan selesai.

Meski masih terbelit utang, Group Bakrie tetap bertujuan mengambil alih aset-aset perusahaan batu bara di bawah kendali keluarga. Keluarga Bakrie menguasai bidang usaha dari pertanian, perbankan sampai real estat.

Aburizal Bakrie adalah anak tertua Achmad Bakrie. Dia menjadi Chairman Bakrie Group sampai tahun 2004. Setelah itu berhenti karena terpilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Tahun 2009, Aburizal Bakreie terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang dikalahkan Partai Demokrat dalam pemilu terakhir. Sementara itu Prabowo Subianto merupakan bekas menantu mantan Presiden Soeharto. Popularitas Prabowo meningkat sebagai kandidat presiden pada Pilpres 2014 mendatang.