Samaras “Pede” Dana Bailout untuk Yunani Segera Dikucurkan

Ipotnews – Perdana Menteri Antonis Samaras mengatakan akan menyelesaikan pembicaraan mengenai program penghematan anggaran dengan pihak kreditor, guna mengamankan kucuran dana bailout yang dibutuhkan Yunani agar terhindar dari kebangkrutan.

Namun, seperti dilansir Kantor Berita Reuters, Selasa (16/10), sejumlah pejabat menyatakan pembicaraan tersebut tidak akan selesai hingga Kamis (18/10), saat KTT Uni Eropa digelar.

“Yunani segera mendapatkan bantuan tahap berikutnya. Saat ini perekonomian Yunani sangat membutuhkan likuiditas, seperti gurun pasir yang mendambakan kucuran hujan,” ujar Samaras, dalam sebuah konferensi pers di Athena.

Tetapi Menteri Keuangan Yannis Stournaras menilai kemungkinan besar para negosiator tidak mampu memenuhi target waktu untuk menyelesaikan pembicaraan pada hari Kamis, ketika pertemuan puncak Uni Eropa berlangsung.

Seorang pejabat senior di Kementerian Keuangan kemudian mengakui bahwa kedua belah pihak tidak akan menyelesaikan negosiasi pada hari Kamis, dan akan melanjutkan pembicaraan setelah KTT Uni Eropa.

“Sepertinya kami tidak bisa menyepakati semuanya saat KTT digelar. Ada terlalu banyak masalah yang tertunda,” tutur pejabat itu setelah pembicaraan antara Stournaras dan kreditor Yunani. “Kami bekerja keras untuk mengisi kekosongan agar bisa mendapatkan kucuran bailout pada pertengahan November.”

Athena belum menerima dana talangan lagi sejak akhir Juni. Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) menahan kucuran bailout senilai 36 miliar euro sampai Yunani bersedia mengimplementasikan program penghematan anggaran hingga 12 miliar euro pada 2013 dan 2014.

Para menteri Yunani dan pejabat Uni Eropa, IMF serta Bank Sentral Eropa (ECB) selama beberapa hari terakhir berupaya menyepakati pemangkasan anggaran dan mendesak Athena untuk menjalankan program reformasi sebelum mendapatkan kucuran bantuan selanjutnya.

Program pemangkasan anggaran dan reformasi ekonomi merupakan persyaratan yang diminta troika saat menyetujui pengucuran bantuan untuk Athena, Maret lalu, sebesar 130 miliar euro.

“Yunani akan berhasil menyepakati pembicaraan tersebut karena perekonomian kami tidak bisa membaik tanpa dana tersebut,” tutur Samaras.

Sayang, pembicaraan dengan troika berjalan lebih lambat ketimbang perkiraan. “Kami berusaha, tetapi saya kira tidak akan bisa diselesaikan (Kamis),” jelas Stournaras setelah bertemu Samaras, yang Sabtu lalu memperkirakan bisa mengakhiri pembicaraan dengan troika pada 18 Oktober.
LINK