Rangsang Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Naikkan PTKP Jadi Rp24,3 Juta Setahun

Ipotnews – Guna merangsang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, Kementerian Keuangan berinisiatif menaikkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP) dari Rp15,84 juta menjadi Rp24,3 juta per tahun, di atas upah minimum regional (UMR)

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung Parlemen Jakarta, Senin (15/10) malam. “Kebijakan penyesuaian PTKP ini adalah inisiatif yang ingin kami lakukan untuk memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dengan menaikkan PTKP menjadi Rp24,3 juta setahun,” kata Agus.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro merincikan bahwa kenaikan PTKP terhadap wajib pajak (WP) orang pribadi (single) sebesar Rp24,3 juta per tahun, bagi WP sudah menikah ada tambahan Rp2,03 juta per tahun.”Untuk pasangan pekerja yang mempunyai anak tanggungan paling banyak tiga orang ada tambahan PTKP per tanggungan sebesar Rp2,025 juta per tahun,” ucapnya.

Menurut Bambang, salah satu dasar pertimbangan utama penyesuaian PTKP tersebut sebagai upaya pemerintah untuk mengantisipasi dampak krisis ekonomi. “Dalam mengantisipasi dampak krisis, kita perlu sumber pertumbuhan apa pun yang kita miliki, salah satunya konsumsi. Dengan dilakukannya penyesuaian ini diharapkan konsumsi masyarakat akan lebih baik, sehingga ada tambahan pertumbuhan dari pertumbuhan konsumsi,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pertimbangan lainnya adalah memperhatikan penyesuaian PTKP yang berada di atas upah minimum regional. “Pertimbangan penyesuaian PTPK ini, tentu salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah upah minimum. PTKP ini di atas upah minimum,” kata Bambang sembari menambahkan bahwa sejak 2008 hingga sekarang PTKP bagi WP orang pribadi sebesar Rp15,84 juta setahun. (Budi)
LINK