Krisis Melanda, Geluti Bisnis Tahan ‘Banting’ Berikut Ini…

Ipotnews – Goncangan ekonomi global sedikitnya membuat beberapa pengusaha muda atau calon pengusaha jadi ragu untuk memulai bisnis. Untuk itu, perlu mempertimbangkan sektor yang bakal digeluti agar bisnis tahan ‘banting’ di tengah krisis.

Menurut laman CNBC Kamis (11/10) bisnis yang tahan krisis ialah yang permintaannya mengalir terus tanpa terpengaruh faktor eksternal. Inilah sebabnya mengapa industri kesehatan tetap tumbuh 8,22 persen di tahun 2009 kala krisis ekonomi dunia tengah parah.

Perusahaan penyedia informasi finansial, Sageworks mempublikasikan data delapan industri yang berhasil bertahan pada masa-masa sulit 2006 hingga 2011. Data tersebut pun dilengkapi komentar analis Libby Bierman soal bagaimana delapan sektor bisnis itu mampu bertahan.

8. Akunting, perpajakan, auditor

Pertumbuhan 2010-2011: 5,70 persen
Tahun terbaik: 2006 (11,14 persen)
Tahun terburuk: 2009 (3,50 persen)

Meski badai ekonomi menghempas dunia, pajak tidak akan hilang. Bahkan di tengah krisis, semakin banyak pajak, akuntan dan sejenisnya paling dicari banyak orang.  Penghasilan akuntan justru akan naik di masa krisis.

“Kita semua tahu pajak tak bisa dihindari bahkan selama masa resesi, dan banyak dari kita yang membutuhkan bantuan akuntan untuk hitung-hitungan,” kata Bierman.

7. Penjual bir, wine (minuman alkohol)

Pertumbuhan 2010-2011: 3,22 persen
Tahun terbaik: 2007 (6,62 persen)
Tahun terburuk: 2010-2011 (3,22 persen)

Berapa rata-rata orang menghabiskan uang untuk hang out di bar? Setiap Jumat malam, mereka mengeluarkan US$ 50-100 sekali datang, tergantung tempatnya. Kebiasaan seperti ini pasti sulit dihilangkan meski di masa krisis.

“Industri ini tidak akan terlalu banyak kena imbas krisis. Bahkan mungkin saja pada masa krisis lebih banyak lagi orang yang minum alkohol,” ungkap Bierman.

6. Perawatan dan penitipan anak

Pertumbuhan 2010-2011: 6,19 persen
Tahun terbaik: 2007 (9,23 persen)
Tahun terburuk: 2009 (3,15 persen)

Krisis ekonomi menjadi masa yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan anak, terutama bagi mereka yang telah kehilangan pekerjaan. Tapi bagi mereka yang masih bekerja, biasanya pekerjaan jadi lebih banyak saat krisis. Kerepotan sebagian orang itu mendatangkan peruntungan bagi industri jasa penitipan anak.

Industri ini sudah terbukti tak pernah mati, kata Bierman. “Bagi orang tua yang sudah berhasil melewati krisis 2008-2009, penitipan anak adalah wajib,” imbuhnya.

5. Programer sistem komputer dan jasa lain yang serupa

Pertumbuhan 2010-2011: 17,58 persen
Tahun terbaik: 2006 (20,73 persen)
Tahun terburuk: 2009 (6,03 persen)

Dari 2006 hingga 2008 pertumbuhan industri yang meliput desain, membangun dan mengimplementasikan perangkat lunak dan keras ini sudah dobel digit. Kecuali 2009, saat tahun terjadi resesi. Tapi tetap saja, jika dibandingkan pertumbuhan industri lain masih lebih tinggi.

“Perkembangan teknologi dan internet dalam beberapa tahun terakhir, membuat industri ini tumbuh di atas dua digit setiap tahunnya dan tetap positif di masa resesi,” kata Bierman.

4. Jasa pemakaman

Pertumbuhan 2010-2011: 2,84 persen
Tahun terbaik: 2008 (7,10 persen)
Tahun terburuk: 2009 (1,36 persen)

Menyitir ungkapan terkenal dari Benjamin Franklin, “Tidak ada hal yang pasti, kecuali pajak dan kematian,”. Artinya, kata Birman, semua bisnis yang punya dasar pasti akan menjadi jaminan akan berlangsung selamanya, baik itu di masa normal atau resesi.

“Konsumer  mungkin akan mengurangi anggaran pemakaman di masa resesi, tapi itu tak menurunkan tingkat permintaan, sekalipun pada tahun 2009,” ujar Bierman.

3. Perawatan gigi

Pertumbuhan 2010-2011: 2,98 persen
Tahun terbaik: 2007 (6,37 persen)
Tahun terburuk: 2009 (1,60 persen)

Kebanyakan orang malas untuk memeriksakan gigi ke dokter. Kenati demikian, industri perawatan gigi terbukti tahan ‘banting’ dalam terpaan badai resesi. Banyak alasan orang pergi ke tempat perawatan gigi, mulai dari memelihara gusi, bersihkan karang gigi dan menambal lubang.

“Pada masa ekonomi baik maupun buruk, konsumer masih perlu perawatan gigi. Sakit gigi hanya bisa ditawar jika tak punya uang,” papar Bierman.

2. Jasa perawat

Pertumbuhan 2010-2011: 4,28 persen
Tahun terbaik: 2007 (6,12 persen)
Tahun terburuk: 2010-11 (4.28 persen)

Jasa perawatan berhasil bertahan sepanjang masa, meski pertumbuhannya tidak terlalu tinggi, tidak sampai dua digit. Tetapi, ini membuktikan dalam kondisi apapun, jasa perawat selalu dibutuhkan.

Menurut Bierman, pertumbuhan industri perawat dan suster, bahkan di masa krisis, terus menanjak. “Tingkat permintaan belum dan tidak akan turun dalam waktu dekat,” katanya.

1. Makanan

Pertumbuhan 2010-2011: 4,92 persen
Tahun terbaik: 2007 (7,44 persen)
Tahun terburuk: 2009 (1,32 persen)

Siapa yang tak butuh makan? Toko yang konsisten menjual satu jenis makanan tertentu, misalnya daging, buah dan sayur-sayuran terbukti akan tahan sepanjang masa selama manusia masih membutuhkan makanan. Banyak orang awam mengira menilai bisnis seperti ini akan cepat hancur di masa krisis, tapi mereka salah.

“(kondisi pertumbuhan) ini memang menjadi sedikit anomali. Anda mengira toko yang hanya menjual satu produk makanan khusus tidak akan bertahan di masa krisis karena kurang menarik konsumer. Tapi ternyata toko-toko seperti ini justru bisa bertahan dengan baik,” tandas Bierman.

LINK