Sedang Galau, Bumi Plc Pertimbangkan Lepas Saham BUMI

Ipotnews – Manajemen Bumi Plc tengah mempertimbangkan untuk memisahkan diri dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Selanjutnya Bumi Plc fokus kepada PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) sebagai bagian dari restrukturisasi dengan tujuan memulihkan kembali kepercayaan investor.

The Financial Times memberitakan Bumi Plc memiliki beberapa opsi dalam pertimbangannya, termasuk melepas 29% saham miliknya di BUMI kepada perusahaan tambang batu bara lain atau pihak ketiga. “Atau mendistribusikannnya kepada pemegang saham di Bumi Plc,” kata surat kabar tersebut, Rabu (26/9).

Strategi lain yang dipilih manajemen Bumi Plc adalah swap saham kelompok pemegang saham di London dan di perusahaan yang namanya sama di Indonesia dibawah kendali Keluarga Bakrie serta Samin Tan. Nama terakhir adalah pihak yang membeli saham milik Keluarga Bakrie yang ada di Bumi pada Oktober 2011 karena keluarga tersebut sedang berupaya untuk membayar utang.

Namun opsi-opsi pemutusan hubungan dengan Bumi Resources masih menjadi perdebatan. “Belum ada strategi dan opsi yang disepakati,” tambah surat kabar tersebut. Beberapa direktur di Bumi Plc lebih memilih fokus pada cara-cara untuk menguasai Bumi Resources, terlebih setelah adanya tekanan terhadap perusahaan tersebut pasca turunnya harga batu bara di pasar dunia.

Lembaga rating Moody`s seperti dilansir Bloomberg menilai isu berlarut-larut corporate governance di Bumi Resources bisa berdampak negatif pada kemampuan emiten tersebut untuk merefinancing jadwal utang jatuh tempo senilai $300 juta tahun depan, demikian kata Simon Wong, VP Moody`s dalam pernyataannya, Rabu (26/9) seperti dilansir Bloomberg.

Latar belakang masalah ini bermula dari kekecewaan Nathaniel Rothschild pemegang saham Bumi Plc yang tercatat di bursa London terhadap kinerja Bumi Resources. Ia telah menyewa kantor hukum untuk menyelidiki dugaan penurunan aset sebesar $637 juta atau yang disebut juga “Development Fund” dan Exploration Assets.

Direktur BUMI Dileep Srivastava mengklaim tidak ada masalah apapun yang melanda emiten tersebut terkait penyelesaian utang atau hal-hal lainnya. “Konsentrasi Kami adalah melakukan kegiatan operasional secara benar serta mendongkrak kenaikan produksi sampai 100 juta ton,” katanya seperti dilansir Bloomberg.

Beberapa hal lainnya yang akan dilakukan manajemen [BUMI 730 60 (+9,0%)], kata Dileep adalah memangkas beban biaya, menguangkan aset non inti yang dimiliki perseroan. Termasuk keinginan menyelesaikan kewajiban utang serta mengurangi beban bunga.

Sementara itu Kepala Biro PKP Sektor Ril Badan Pengawasa Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Anis Baridwan mengaku sudah meminta manajemen BUMI mengklarifikasi pemberitaan yang sedang berkembang. Anis menegaskan tidak memiliki alasan untuk menginvestigasi emiten tersebut dan sejauh ini belum ada komunikasi dengan pihak Bumi Plc.

Menurut Dileep, kontroversi penurunan valuasi aset kemungkinan adalah masalah perbedaan penerapan standar akuntasi antar negara yang berbeda.

LINK