Eurozone Kembali Jadi Sentimen Negatif, DJIA dan S&P 500 Terpuruk

Ipotnews – Benchmark indeks saham di bursa AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (26/9) semalam. Pelemahan tersebut akibat naiknya kekhawatiran krisis utang Eropa yang kian buruk.

Indeks S&P 500 turun -0,6% ke posisi 1.433,32 poin. Dalam 3 hari terakhir indeks tersebut sudah turun -1,9% secara akumulasi. Sedangkan indeks Dow Jones turun 44,04 poin (-0,3%) berada di posisi 13.413,51 poin.

Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 6,4 miliar saham yang berpindah tangan. Secara rata-rata perdagangan 3 bulan terakhir, volume transaksi naik 6,3 persen.

Jika gambaran risiko politik berkepanjangan di Spanyol dan Yunani kembali menjadi topik penting, hal itu membuat investor pasar saham menghentikan transaksi untuk sementara waktu, demikian kata Sean Lynch, Investment Strategist Officer Wells Fargo Private Bank.

Bursa global bertumbangan seiring pemerintah Jerman, Belanda dan Finlandia kemarin petang menyatakan bahwa Spanyol harus menanggung beban biaya terhadap bank-bank bermasalah  mereka sendiri sehingga beban bailout melalui European Stability Mechanism menjadi terbatas. Bank-bank di Spanyol mengatakan perekonomian turun secara signifikan pada quarter ketiga ini.

Indeks saham AS sehari sebelumnya juga turun dari level tertinggi dalam 5 tahun terakhir setelah President The Fed Philadelphia Charles Plosser mengatakan kebijakan QE3 pada bulan ini kemungkinan tidak cukup kuat untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi AS serta memperluas lapangan kerja. Stimulus QE3 tersebut di antaranya berupa pembelian surat utang senilai 40 miliar dolar AS per bulan sampai the Fed yakin lapangan kerja bertambah secara signifikan.

Optimisme terkait kebijakan stimulus tersebut mengantarkan indeks S&P 500 naik 14 persen pada tahun ini secara akumulasi. Sementara itu ECB merilis program buyback obligasi tanpa batas dan Bank of Tokyo secara tak terduga meningkatkan target pembelian surat utang.

Analis UBS AG Boris Rjavinski menyatakan bahwa S&P 500 yang sejauh ini sudah rally 5,2 persen per quarter III kemungkinan akan diwarnai oleh penjualan saham secara masif oleh dana pensiun pada pekan ini untuk kepentingan keseimbangan alokasi aset.

UBS diperkirakan mengelola aset dana pensiun di AS hingga $5 triliun di pasar saham. Dana tersebut akan dialihkan sekitar $36 miliar dari pasar saham dan selanjutnya ditempatkan dalam instrumen fixed income sebesar $19 miliar. Penjualan saham emiten-emiten besar di AS akan terjadi dengan total transaksi sekitar $21 miliar.

Data perekonomian juga mewarnai aktivitas transaksi di Wall Street. Departemen Perdagangan AS menyatakan penjualan New Homes merosot 0,3 persen menjadi 373.000 unit (Agustus) versus 374.000 (estimasi awal). Sementara menurut konsensus data tersebut diperkirakan mencapai 380.000 unit.

LINK