OPEC Isyaratkan Kurangi Suplai Untuk Cegah Harga Minyak “Double Digits”

Ipotnews – Presiden OPEC Abdul Kareem Luaibi, Senin (12/6), mengisyaratkan organisasi negara-negara pengekspor minyak tersebut kemungkinan akan mengurangi suplai minyak yang saat ini berlebihan sehingga menekan harga ke level dua digit. Namun, Luaibi menekankan bahwa pihaknya tidak mungkin mengatur kuota produksi negara anggota pada pertemuan pekan ini.

Luaibi yang juga Menteri Perminyakan Irak, mengatakan bahwa memelihara harga pada level USD100-USD120 per barel merupakan langkah yang “beralasan dan dapat diterima”. Tetapi ia berulang kali menolak merinci langkah apa yang akan diambil OPEC pada pertemuan Kamis lusa.

Saat ini pasokan minyak OPEC ke pasar dunia sekitar 32 juta barel per hari, lebih 2 juta barel dari yang disepakati ketika para menteri perminyakan negara anggota bertemu Desember tahun lalu. Ketika itu, target produksi masing-masing negara anggota tidak dialokasikan.

“Jelas terjadi surplus luar biasa yang menyebabkan penurunan tajam harga dalam waktu yang singkat,” tandas Luaibi seperti diberitakan Reuters, Selasa (12/6). “Ini tidak akan menguntungkan siapapun.”

Harga minyak saat ini sekitar USD100 per barel setelah sempat menyentuh harga tertinggi dalam empat tahun terakhir, yaitu USD128 per barel. Kekhawatiran terhadap berlarutnya perlambatan ekonomi global ikut menekan harga, meski pada awal tahun ini sempat meroket akibat ketegangan Barat dengan Iran.

Luaibi menyatakan bahwa para menteri 12 negara OPEC akan memutuskan langkah-langkah untuk memulihkan harga.

LINK