Kemendag : Indonesia Harus Punya Posisi Dalam Liberalisasi Jasa

Ipotnews – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan dalam perundingan internasional dalam liberasilasi jasa, maka Indonesia harus memiliki posisi dalam sektor jasa. Sehingga Indonesia bisa memainkan posisi sektor jasa yang memang harus di pertahankan atau dibuka.

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, mengatakan dalam perundingan  internasional di bidang jasa tentunya setiap negara yang terlibat dalam perundingan ingin mengedepankan kepentingannya. Bahkan cukup banyak negara-negara yang memiliki kepentingan di bidang jasa karena memang mereka memiliki potensi tersebut, seperti Singapura, Hongkong dan negara lain.

Dia mencontohkan, di perundingan bidang jasa misalnya untuk kesehatan, sehingga mereka menginginkan untuk keterbukaan kesempatan untuk membuka Rumah Sakit. Sehingga hal-hal seperti itu harus dirumuskan dengan baik posisi Indonesia.

“Karena di satu sisi kita juga ingin mendorong investasi ke dalam negeri, di satu sisi juga ingin mendapatkan transfer knowledge, kita tahu bukan yang terbaik semuanya, kita juga belajar dari negara-negara lain. Tapi di sisi lain, kita juga kita punya sektor jasa kita sendiri yang harus kita perjuangkan. Jadi kita harus memainkan posisi offensive dan defensive di sektor jasa kita, yang mau kita offensif itu yang mana?,” kata Bayu, di sela-sela Diskusi dengan tema Menciptakan Indsutri Jasa Yang Berdaya Saing Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Logistik Dan Ritel, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/6).

Lebih lanjut Bayu menyatakan, yang akan dioffensive tersebut artinya Indonesia tentunya minta negara-negara lain membuka kesempatan bagi sektor jasa yang dimiliki Indonesia untuk masuk ke negara tersebut. Untuk itu, perlu diidentifikasi apa saja atau bagian sektor jasa yang mana bisa dibuka.

“Kita harus identifikasi dan coba petakan, mana yang kita bisa bersikap offensive begitu. Di sisi lain, kita juga harus bersiap jika mereka menginginkan masuk ke pasar Indonesia, dan kira-kira itu bisa membuat sektor jasa kita menghadapi tekanan nantinya. Jadi ini yang menurut saya harus clear kita rumuskan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dari sudut offensive Indonesia perlu mendorong di sektor jasa tenaga kerja. Sehingga hal itu bisa didorong sektor jasa tenaga kerja Indonesia bisa lebih kondusif di negara-negara lain.

“Saya belum berani mengambil posisi itu (Indonesia akan defensive di sektor jasa tertentu) sekarang, ini adalah sebuah proses, jadi kalau yang sekarang coba petakan dan coba kita kembangkan dengan baik, tapi paling tidak dari sudut  offensive kita ingin dorong itu adalah tenaga kerja. Jadi tenaga kerja yang terampil,” tandasnya. (Fitriya)

LINK