United Aircraft: Tak Ada Masalah Pada Sukhoi Yang Jatuh, Semua Sistem Bekerja

Ipotnews – Analisis data audio dari rekaman suara ruang cockpit (cockpit-voice recorder/CVR) pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, 9 Mei lalu, menunjukkan bahwa sistem peringatan medan (terrain-warning system) yang ada di pesawat dalam keadaan aktif, sehingga bisa memberi memberi informasi kepada awak pesawat adanya medan yang berbahaya. Dari penilaian awal terhadap CVR juga menunjukkan bahwa tidak ada indikasi terjadinya kesalahan pada sistem di pesawat atau komponen mesin.

Hal tersebut diungkapkan pihak United Aircraft, seperti diberitakan laman flightglobal.com, Kamis (24/5). United Aircraft adalah divisi pesawat sipil pada Sukhoi dan kesimpulan tersebut disampaikan setelah United Aircraft melakukan penilaian awal atas data dari CVR.

Menurut United Aircraft, pesawat Superjet 100 dilengkapi dengan alat T2CAS yang merupakan gabungan antara sistem peringatan medan dan lalu lintas. Alat tersebut, saat menjelang terjadinya kecelakaan dinyatakan “bekerja”.

Seperti diketahui, CVR yang merupakan salah satu dari dua data penting yang ada di kotak hitam pesawat, ditemukan dan dievakuasi beberapa hari setelah terjadinya kecelakaan yang menewaskan 43 penumpang dan awak tersebut. Namun, rekaman data penerbangan (flight-data recorder/FDR) yang juga ada di kotak hitam, tidak ditemukan.

Karena ketiadaan FDR, menurut United Aircraft, analisis penyebab kecelakaan akan difokuskan pada sinkronisasi informasi dengan data radar dan lintasan dari pihak layanan lalu lintas udara di Indonesia.

Untuk penyelidikan sebab kecelakaan, otoritas Indonesia dan Rusia secara formal sudah bersepakat melakukan investigasi bersama.

United Aircraft, yang mengembangkan Superjet 100, juga menegaskan akan memberi bantuan maksimal kepada pihak terkait untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

LINK