Zona Euro Pertimbangkan Prospek Kemungkinan Yunani Hengkang

Ipotnews – Gonjang-ganjing yang terjadi di Yunani memaksa negara-negara zoa euro lainnya untuk mempertimbangkan prospek kemungkinan Athena meninggalkan serikat mata uang tunggal tersebut.

Perdana Menteri Luxembourg yang juga Presiden Kelompok Menteri Keuangan 17 Negara Euro, Jean-Claude Juncker, mengatakan kepada wartawan pada akhir pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, disebutkan negara zona euro “harus mempertimbangkan semua kemungkinan” tetapi dia yakin “Yunani tetap menjadi bagian dari mata uang tunggal”.

Ini merupakan pernyataan jujur Juncker yang menilai Yunani bisa saja meninggalkan euro sebagai mata uangnya, yang menurut perkiraan banyak analis dikhawatirkan bisa membuat para investor meragukan kelangsungan anggota zona euro lainnya yang dinilai lebih lemah, seperti Athena.

Namun, seperti dilansir laman Yahoofinance, Kamis (24/5), Juncker bersikeras, pada akhir pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa, dia tidak akan meminta negara-negara euro untuk menyiapkan rencana darurat jika Yunani benar-benar meninggalkan mata uang tunggal tersebut.

“Saya percaya banyak negara memiliki rencana darurat ketika hal itu (Yunani tinggalkan zona euro) benar-benar terjadi, ini seperti serangan teror. Dengan mengatakan kita tidak memiliki rencana kontigensi, itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab,” ujar Menteri Keuangan Belgia, Steven Vanackere.

Saat acara makan malam pada akhir pertemuan puncak 27 negara Uni Eropa, Presiden Herman Van Rompuy menyatakan para pemimpin di kawasan tersebut berharap Yunani tetap bertahan di zona euro dan menghormati komitmennya untuk melunasi semua utangnya.

Van Rompuy mengatakan Uni Eropa harus lebih berkonsentrasi untuk mengoordinasikan kebijakan mereka guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi, investasi serta kredit untuk usaha kecil dan menengah. Selain itu, Presiden Uni Eropa itu juga menilai negara di kawasan tersebut harus fokus untuk menciptakan lapangan kerja.

Sebelumnya, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan dana Uni Eropa bisa dimanfaatkan untuk membiayai proyek-proyek yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

LINK