Migas Diincar, Laguna Cipta Gelar Rights Issue Rp365,9 Miliar

Ipotnews – Rencana PT Laguna Cipta Griya Tbk (LCGP) untuk melakukan diversifikasi usaha ke bidang minyak dan gas (migas), akan disempurnakan dengan penerbitan saham baru (rights issue) sebesar Rp365,9 miliar. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan perseroan sebagai penyertaan modal di lahan gas milik Blue Sky Langsa Ltd di Aceh.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, saham yang akan diterbitkan Laguna Cipta berjumlah 3,659 miliar dengan nilai nominal Rp100 per saham dan akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan di luar Bursa mulai 2 juli sampai dengan 23 Juli 2012. Sementara, hak pelaksanaan akan berakhir pada 23 Juli 2012, jika tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut maka tidak berlaku lagi.

“Setiap 10 saham lama berhak mendapatkan 26 saham baru. jika itu dilakukan pemilik saham lama, maka otomatis juga akan mendapatkan 3 lembar waran,” kata Direktur Laguna Cipta Danny Boestami, saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Rabu (23/5).

Menurut Danny, total dana yang dibutuhkan untuk penyertaan modal di lahan gas milik Blue Sky mencapai US$48 juta atau setara dengan Rp442,8 miliar. Untuk itu, kata Danny, kekurangan dana untuk penyertaam modal tersebut setelah dikurangi dana hasil rights issue akan ditutup melalui penjualan aset milik perseroan.

Di saat bersamaan, aksi korporasi tersebut akan membuka jalan bagi Blue Sky untuk menjadi pemegang saham Laguna Cipta sesuai dengan skema awal kesepakatan kedua belah pihak. Seperti diketahui, Blue Sky akan melakukan backdoor listing terhadap Laguna Cipta.

“Jadi, jika pemilik saham lama mengambil rights issue kami, maka komposisi saham yang dimiliki Blue Sky hanya mencapai 51%. Tapi, jumlah saham yang dimiliki Blue Sky akan lebih besar jika rights issue kami tidak diambil pemegang saham lama,” tambah Danny.

Sementara itu, Komisaris Laguna Cipta Effendi Situmorang menilai, dari beberapa alternatif yang ada, format joint operating agreement atau kerjasama operasi antara pihaknya dengan Blue Sky dinilai sebagai pilihan paling tepat. ”Jadi kami berikan working capital hasilnya setelah dipotong biaya dibagi dua. Sekitar 55% untuk kami dan 45% untuk Blue Sky,” ungkap Effendi.

Effendi menuturkan, ada dua lapangan gas milik Blue Sky yang akan dibiayai perseroan, yakni H3 dengan kapasitas 2.000 barel per hari dan H5 2.500 barel per hari yang akan diproduksi di 2013. Adapun cadangan minyak yang ada di dua lapangan itu mencapai 7,3 juta barel dan diharapkan bisa tergarap hingga 2017.

“Tahun ini produksi ditargetkan mencapai 650 barel per hari, dan bisa meningkat menjadi 4.000 barel per hari pada 2013,” lanjut Effendi.

Seperti diketahui, Blue Sky merupakan perusahaan yang berdomisili di Mauritius dan merupakan anak usaha dari Pyramid International Holding Inc anggota perusahaan berbasis Amerika Serikat (AS) Saga Group. Sementara, pada perdagangan kemarin, saham Laguna Cipta yang sebelumnya merupakan perusahaan properti, ditutup naik 2 poin (1,89%) ke level Rp108.

(Issa)

LINK