Gubernur BI : Perbankan Indonesia Tengah Menuju Arah Liberalisasi

Ipotnews – Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan, industri perbankan nasional tengah bergerak menuju liberalisasi perbankan.

Menurut Darmin, meski dalam proses kegiatan ekonomi di masyarakat belum secara nyata menganut sistem liberal, namun secara de fakto proses liberalisasi perbankan sudah terjadi. “Faktanya, saat ini ada enam atau tujuh bank besar di ASEAN yang sudah masuk ke Indonesia,” kata Darmin saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (23/5) malam.

Sejuah ini, kata Darmin, negara ASEAN yang industri perbankannya yang dinilai liberal adalah Malaysia dan Singapura. Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat Indonesia jangan gamang jika perbankan nasional lebih liberal. “Saat ini masih ada 15 bank terbesar di ASEAN, yang masuk ke Indonesia baru bank di peringkat tujuh sampai 12 atau 13,” ucapnya.

Menjelang era liberalisasi industri perbankan di 2020, kata Darmin, saat ini BI tengah berbenah diri terhadap empat hal yang sudah disepakati. Pertama, ucap dia, adalah melakukan harmonisasi aturan yang prudent di perbankan. “Karena, kalau aturan prudent berbeda-beda, maka akan menimbulkan banyak persoalan,” katanya.

Kesepakatan kedua, lanjut Darmin, perbaikan dan pembangunan infrastruktur finansial. “Ketiga, kita akan men-support berupa bantuan ke negara-negara ASEAN lainnya, seperti Kamboja, Laos, Myanmar atau Vietnam, selain ASEAN 5 (Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura),” ujarnya.

Sedangkan agenda keempat yang akan dilakukan BI menjelang 2020, kata dia, terkait dengan qualified ASEAN bank. “Di sini, bank-bank harus memenuhi syarat-syarat tertentu,” imbuhnya. (Budi)

LINK