Ternyata…Manusia Purba Sudah Mengenal “Facebook” Ribuan Tahun Lalu

Ipotnews – Sejarah adalah pengulangan. Termasuk juga teknologi. Ternyata, aktivitas bersosial-media sudah ada sejak ribuan tahun lalu dan menjadi kebiasaan manusia purba.

Ilmuwan dari Cambridge University, Inggris, seperti dilansir laman Dailymail, Senin (21/5), meneliti ribuan gambar yang terdapat pada situs dua batu granit zaman manusia purba. Situs sejarah yang seukuran luas lapangan bola tersebut ditemukan di Swedia dan Rusia.

Menurut arkeolog, situs batu pada Zaman Perunggu itu sama fungsinya dengan jalinan komunikasi virtual (via Internet) di masa kini. Pasalnya, di batu itu manusia purba saling membagi pengetahuan mengenai kiat-kiat berburu dan kebutuhan bertahan hidup. Artinya, ini merupakan cikal bakal jejaring sosial, seperti Facebook, yang fenomenal saat ini.

Para ilmuwan mengistilahkan situs prasejarah ini sebuah seni batu Namforsen, Swedia. Goresan pada batu membentuk gambar manusia, binatang, pesta perburuan dan perahu. Uniknya, diduga manusia purba menggunakan tempat yang sama untuk menggambar dan berkomunikasi satu sama lain.

Manusia purba, dalam hal ini manusia gua menganggap lokasi tersebut dapat memberikan “kenyamanan” dan “koneksi” lebih dalam antarklan.

Peneliti dan arkeolog dari Cambridge, Mark Sapwell, mengatakan situs prasejarah ini sangat istimewa. “Saya rasa manusia di zaman itu ke sini karena mereka tahu bahwa ada orang lain yang juga datang ke sini sebelumnya,” katanya.

Menurut Sapwell, perilaku manusia purba sama dengan manusia saat ini yang selalu ingin berkoneksi dan mengundang komentar orang lainnya secara terbuka. Sapwell mengamati gambar-gambar pada batu tersebut, lalu menyimpulkan bahwa itu merupakan ekspresi identitas seseorang untuk masyarakat pada masa awal-awal saat bahasa tulisan belum lahir.

Situs purbakala juga memungkinkan saling bertukar komentar satu sama lain secara terbuka. Variasi gambar, baik cerminan maupun interpretasi ulang, berlaku laiknya notifikasi pada Facebook. Para peneliti memperkirakan cara bersosial-media di zaman purba berlaku untuk semua klan pemburu dari ratusan hingga ribuan tahun lalu.

“Seperti halnya Facebook, (di situs batu) terdapat status yang mengundang komentar. Seni batu tampak amat sosial dan mengundang untuk ditambahkan (tag),” terang Sapwell.

Ada dua situs purbakala yang diamati, yakni Zalavruga di Rusia, dan Namforsen di Swedia Utara, yang masing-masing memuat 2.500 gambar. Ilmuwan menambahkan, pengaruh seni batu ini berkembang luas yang muncul pada pisau, pot dan perkakas prasejarah.

Situs batu berlokasi di dekat jeram dan air terjun. Kemungkinan manusia gua memilik lokasi di sekitar sungai saat bergerak dan berkeliling menjauhi sungai. “Ini semacam gardu listrik. Perahu diperkirakan menjadi alat transportasi Zaman Perunggu,” ujar Sapwell.

Lokasi di sekitar sungai merupakan tempat alami untuk meninggalkan jejak saat perjalanan. Dan ukiran-ukiran di batu atau pohon pun masih digunakan oleh sebagian orang zaman sekarang untuk menandakan pernah singgah ke lokasi tersebut kan? (Vina)

LINK