Penjualan Lahan Krakatau Steel Kepada Honam Masih Dikaji

Ipotnews – Kementerian BUMN tengah mengkaji Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang terdapat di Cilegon, Banten, seluas 66,6 hektare, terkait rencana penjualan lahan tersebut kepada Honam Petrochemical Corporation.

“Penjualan lahan belum bisa dilakukan karena kami masih mengkaji HPL-nya,” kata Deputi Menteri BUMN Bidang Manufaktur dan Strategi Dwijanti Tjahjaningsih saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (21/5), diberitakan Antara.

Menurut Dwijanti, proses pengkajian HPL masih berlangsung sehingga belum dapat dipastikan kapan evaluasinya tuntas. Ia juga menolak mengungkapkan dasar pengkajian HPL tersebut.

Belum tuntasnya pengkajian HPL ini diduga menjadi dasar bagi [KRAS 720 -10 (-1,4%)] untuk tidak merealisasikan penjualan lahan tersebut. Direktur Utama KS Fazwar Budjang saat ditemui awal pekan lalu mengakui masih menunggu persetujuan tertulis dari Menteri BUMN. “Surat tertulis inilah yang akan digunakan untuk memenuhi administrasi, ya seperti kelegalan kalau ada surat,” kata Fazwar.

Krakatau Steel berkeinginan untuk menjual lahan seluas 60 hektare di Cilegon, Banten. Alasannya, bila Honam menyewa lahan tersebut maka sulit bagi perusahaan asal Korea itu untuk mendapatkan pinjaman dana. Sementara bagi Perseroan, dana hasil penjualan lahan itu dapat dialokasikan untuk pembangunan dan pengembangan di masa mendatang, kata Fazwar.

Honam berniat menanamkan investasi di Tanah Air senilai US$5 miliar. Untuk itu, Honam memerlukan lahan untuk membangun komplek industri petrokimia yang direncanakan memasuki tahap konstruksi pada kuartal I-2013, setelah mendapatkan kepastian lahan.

LINK