Lepas Sebagian Saham Alibaba, Yahoo Kantongi 7,1 Miliar Dolar

Ipotnews–Raksasa Internet yang saat ini tengah berjuang keras mengembalikan kejayaannya, Yahoo! Inc, akhirnya setuju untuk melepas setengah kepemilikan sahamnya di Alibaba Group Holding Limited.

Dalam kesepakatan tersebut, Alibaba—perusahaan e-commerce terbesar di China—akan membayar 7,1 miliar dollar AS untuk mem-buy back 20 persen saham milik Yahoo. Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang diumumkan Senin (21/5) pagi di Asia, seperti dilansir laman Yahoofinance, Alibaba Group akan membayar Yahoo dengan uang tunai sebesar 6,3 miliar dollar AS dan kepemilikan saham senilai 800 juta dollar AS.

Sebenarnya, Alibaba sudah setahun terakhir berupaya membeli kembali saham milik Yahoo, dan gonjang-ganjing yang melanda raksasa Web itu belakangan ini menjadi salah satu faktor kesuksesan buy back tersebut.

Rencananya, Yahoo akan menggunakan dana segar tersebut untuk menenangkan para pemegang sahamnya dengan memberikan mereka dividen. Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk melakukan akuisisi atau melakukan buy back terhadap sahamnya sendiri. Disebutkan, kedua perusahaan juga sepakat bahwa Yahoo akan melepas sisa saham Alibaba di lain waktu. Dengan begitu, hanya masalah waktu bagi Alibaba untuk “mendepak” Yahoo dari perusahaan.

Sementara itu, CEO sementara Yahoo, Ross Levinsohn, mengatakan kesepakatan tersebut memberikan “kejelasan” bagi para pemegang saham, pasalnya isu ini sudah berkembang dalam setahun terakhir. Saat di bawah kendali Carol Bartz, Yahoo juga masih mempertimbangkan apakah akan melepas sahamnya di Alibaba. Begitu pula ketika Bartz diganti oleh Scott Thompson, awal tahun ini.

Seorang narasumber AP, yang mengetahui kesepakatan tersebut, menyatakan ada insentif menarik dari transaksi itu yang membuat Alibaba Group menunda pelaksanaan IPO hingga akhir 2015. Sumber itu, yang tidak bersedia diungkap identitasnya, mengatakan tak ada kejelasan soal waktu atau komitmen formal mengenai IPO tersebut.

Saat ini, Alibaba Group dalam proses untuk melakukan listing di Bursa Hong Kong. Chairman dan CEO Alibaba, Jack Ma, menilai kesepakatan tersebut menciptakan “keseimbangan struktur kepemilikan yang memungkinkan bagi Alibaba untuk mendorong bisnisnya ke tingkat lebih tinggi yakni sebagai perusahaan publik di masa mendatang.”

 

LINK