Walau Ekspektasi Ekonomi AS Positif, Dow Jones Tetap Loyo

Ipotnews-Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun pada perdagangan sesi II di bursa AS Selasa malam. Dow Jones terus melemah seiring belum terbentuknya koalisi pemerintahan di Yunani. Sementara estimasi data perekonomian AS lebih baik.

Pelemahan Wall Street Selasa malam diwarnai tumbangnya saham-saham komoditi karena keberhasilan mata uang dolar AS mencatat rally terpanjang sehingga menurunkan daya tarik komoditas. Harga saham Freeport McMoRan Copper and Gold Inc tumbang 4,8 persen. Begitu pula dengan Alcoa Inc yang merupakan produsen timah terbesar di AS turun 2,4 persen. Trading volume bursa Wall Street mencapai 7,3 miiar saham.

Indeks S&P 500 terkoreksi turun 0,6 persen ke level 1.330,66 poin. S&P 500 merosot 2 persen dalam 3 hari trading. Sementara itu Dow Jones turun 0,5 persen ke posisi 12.632 (-63,35 poin) yang merupakan level terendah sejak 19 Januari.

Head of Asset Allocation ING Investment Management Paul Zemsky berpendapat persoalan bursa saham AS adalah kekhawatiran atas drama di zona Eropa. Seperti dilansir Bloomberg, menurutnya itu seperti sebelumnya terlihat bahwa meninggalkan zona Euro menjadi bencana bagi Yunani dan sangat membutuhkan dana secara ekonomi. Ia menambahkan memang terlihat belum terjadi (Yunani keluar dari Eropa). “Kita memiliki data perekonomian AS yang positif tetapi orang-orang tetap saja takut untuk membeli saham. Ini adalah frustasi yang ekstrem,” katanya.

Wall Street tumbang dalam 3 hari terakhir dan begitu pula bursa Eropa dalam 4 bulan terus merosot di tengah kekhawatiran Yunani akan meninggalkan zona Eropa. Yunani sepertinya akan menggelar pemilu baru setelah Presiden Karolos Papoulias gagal menjadi mediator pembentukan koalisi pemerintahan menyusul hasil pemilu Yunani yang tidak memuaskan pada 6 Mei lalu.

Kebuntuan politik Yunani tersebut membayangi laporan sektor manufaktur di AS khususnya wilayah New York dan kepercayaan perusahaan developer naik lebih besar dibandingkan dengan perkiraan.

LINK