Hadapi “Badai”, Bank Dunia Kucuri Indonesia US$2 Miliar

Ipotnews – Bank Dunia mengumumkan pemberian pinjaman kepada Indonesia sebesar dua miliar dollar AS, yang digunakan sebagai “pagar” untuk menghadapi krisis utang di salah satu negara Asia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi paling cepat itu.

Menurut Bank Dunia, seperti diberitakan AFP, Rabu (16/5), pinjaman tersebut—diminta oleh Pemerintah Indonesia—akan dimanfaatkan sebagai anggaran kontingensi terhadap kemungkinan penurunan nilai tukar mata uang.

Meskipun Indonesia sudah cukup lama membukukan tingkat pertumbuhan yang membuat iri Amerika Serikat atau negara-negara Eropa, namun baru-baru ini perekonomiannya melambat akibat penurunan permintaan ekspor.

Jakarta dan Bank Dunia berharap pinjaman tersebut sebagai sebuah pesan kepada pasar keuangan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menahan guncangan, ketika bergerak untuk melaksanakan program reformasi ekonomi.

Krisis di zona euro, atau perlambatan ekonomi di China dan Amerika Serikat akan memukul perekonomian Indonesia dengan keras. Pasalnya, Indonesia cukup bergantung pada kegiatan ekspor, yang tercatat menyumbang 26 persen dari produk domestik bruto-nya (PDB).

Namun, saat ini, Indonesia sepertinya tengah menghadapi prahara. Menurut Bank Indonesia, pemerintah akan membayar bunga obligasi bertenor sepuluh tahun sebesar 3,85 persen, lebih tinggi dari pembayaran yang dilakukan Yunani untuk obligasi bertenor tiga bulan.

Pada kuartal pertama, PDB Indonesia tercatat mencapai 6,3 persen secara year-on-year.

LINK