Demi Mencapai Negeri Impian, Imigran Afghanistan Nekat “Ngumpet” di Mesin Mobil

Ipotnews – Banyak imigran gelap asal negara-negara miskin dan bergolak akibat perang bisa masuk ke negara kaya, seperti Italia. Mereka akan melakukan apapun agar bisa sampai ke “negeri impian” dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Namun, yang dilakukan pria ini untuk menetap di Italia, bukanlah cara biasa. Bahkan bisa dikatakan nekat, karena dia harus menghabiskan waktu 20 jam di dalam kap mobil.

Pria asal Afghanistan berusia 18 tahun, yang belum diungkap identitasnya, seperti dilansir laman Dailymail, Selasa (15/5), berpikir sudah berhasil masuk ke Italia setelah 20 jam “ngumpet” di mesin mobil. Namun keberuntungan pria ini harus berakhir ketika petugas imigrasi meminta pengendara Nissan—mobil yang ditumpangi imigran itu—menepi untuk dilakukan pemeriksaan.

Tak diduga, dalam pemeriksaan itu malah ditemukan seorang remaja yang bersembunyi di mesin mobil, dengan bermodalkan sebotol air dan selimut untuk mengurangi ketidaknyamanan, karena harus berada di tempat yang sangat sempit.

Lantas, apa yang membuat petugas imigrasi di Bari menghentikan mobil tersebut? Penyebabnya adalah si sopir, Kaloyanov Ivaylo, 24 tahun, dan rekannya, Georgieva Stanislava, 39 tahun—keduanya warga negara Bulgaria—yang baru tiba dari Yunani terlihat begitu gelisah.

Keduanya langsung ditahan, sementara si imigran gelap dibantu keluar dari kap mesin. Petugas mengatakan dia dalam keadaan setengah sadar, dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan.

Mobil tersebut terlebih dahulu menumpang feri, Minggu (13/5) pagi waktu setempat, sebelum berhenti di Igoumenitsa, sebuah kota pantai di barat laut Yunani, dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bari. Bagi para penyelundup manusia, ini merupakan rute paling populer, dan untuk mengantar para imigran gelap ke Italia, biasanya dikenakan biaya minimal lima ribu euro.

“Pria itu ‘nyempil’ di ruangan yang begitu sempit di antara mesin dan grill mobil, di bawah kap mesin,” ujar juru bicara imigrasi di Bari. “Kondisinya sangat memprihatinkan, yang dia miliki hanya selimut dan bantal, untuk membuatnya lebih nyaman, serta sebotol air.”

“Kami menghentikan mobil tersebut karena pengendaranya terlihat sangat gugup ketika diminta untuk menunjukkan surat-surat mereka. Dari situ, kami memutuskan untuk melakukan pemeriksaan, dan remaja itu segera ditemukan,” papar dia.

Kepada petugas imigrasi, remaja itu mengaku harus membayar enam ribu euro kepada sebuah geng untuk membawanya menuju Italia. Dia menggambarkan hal itu sebagai perjalanan yang mengerikan.

Pria asal Kabul itu menambahkan harus menabung selama delapan tahun untuk meninggalkan negaranya menuju Italia. Di ibu kota Afghanistan itu, dia bekerja di sebuah keluarga kaya raya, sehingga bisa mengumpulkan duit untuk membiayai perjalanannya.

Selama bertahun-tahun petugas pemeriksaan di pelabuhan Italia telah menemukan imigran gelap bersembunyi di mobil, di antara tumpukan barang di truk, atau diikat di bawah sasis.

LINK