Zona Euro Tegaskan Komitmen untuk Pertahankan Yunani

Ipotnews – Negara-negara Eropa mengisyaratkan akan memberikan Yunani tambahan waktu guna memenuhi target pemotongan anggaran, asalkan para politisi di negeri itu bersedia melakukan koalisi dan berkomitmen mendukung program penghematan.

Menurut Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker, seperti dilansir laman Bloomberg, Selasa (15/5), isu seputar penarikan Yunani dari zona euro sebagai “omong kosong” dan “propaganda” yang menyesatkan.

Juncker mengatakan para mitra euro yang menggelar pertemuan di Brussels, Belgia, dengan suara bulat menegaskan “keinginan kuat” untuk mempertahankan Yunani tetap berada zona mata uang tunggal tersebut.

“Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk mencapai itu. Yunani berada di luar zona euro bukanlah subyek perdebatan, benar-benar tidak ada yang berpendapat ke arah itu selama empat jam pembicaraan di kantor pusat Uni Eropa,” papar Juncker yang juga Kepala Zona Euro.

“Pemerintah (baru Yunani) harus mendukung penuh program tersebut. Jika ada perubahan dramatis, kita tidak akan menutup diri untuk melakukan perdebatan guna memperpanjang tenggat waktu.”

Eurogroup, tambah Juncker, berharap Yunani segera membentuk pemerintahan baru sehingga bisa menerima dana talangan (bailout) yang sudah disepakati oleh cabinet sebelumnya. “Yunani juga harus mempunyai parlemen yang cukup kuat untuk melaksanakan sepenuhnya persyaratan kebijakan (program bailout),” kata Juncker.

Pasca pemilu Yunani yang berakhir dengan kebuntuan mendorong gejolak di pasar keuangan Eropa. Euro jatuh untuk kali ke-10 dalam sebelas hari, dan harga saham juga melorot. Imbal hasil obligasi Spanyol, kandidat potensial berikutnya yang membutuhkan dukungan keuangan, menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

“Jika Yunani meninggalkan euro, sulit untuk meyakinkan para investor bahwa negara lain tidak segera mengikutinya,” ucap Marchel Alexandrovich, ekonom senior Jefferies International, London.

Rencananya, Presiden Yunani Karolos Papoulias akan memanggil para pemimpin partai pada hari ini, hari kesembilan pasca pemilu, untuk membentuk pemerintahan koalisi yang kredibel, terdiri dari orang-orang non-politisi. Pemimpin partai anti-bailout, Alexis Tsipras, akan hadir setelah melakukan boikot, kemarin.

Pemerintah sementara Yunani juga akan mengumumkan apakah akan membayar utang sebesar 436 juta euro kepada para pemegang obligasi negara itu pada hari ini. Penundaan pembayaran akan mendorong kemarahan para investor karena mengalami kerugian akibat melakukan restrukturisasi utang tahun ini. Dan penundaan tersebut dapat ditafsirkan sebagai default.

“Yunani harus memilih anggota parlemen yang pro-reformasi dan pro-penghematan, atau saya perkirakan bakal terjadi masalah besar,” tutur Menteri Keuangan Belanda Jan Kees de Jager. “Tidak ada ruang untuk menunda kesepakatan dengan mengurangi pemotongan belanja.”

Sementara itu, Perdana Menteri Jerman, Angela Merkel, yang menjadi figur sentral dalam dua tahun terakhir ini, mengatakan Yunani akan selalu menjadi bagian dari Uni Eropa, blok ekonomi yang terdiri dari 27 negara. “Yang terbaik bagi Yunani adalah bertahan di zona euro,” papar Merkel.

LINK