Serap Tenaga Kerja, Wapres Incar Pertumbuhan Ekonomi 7-8 Persen

Ipotnews – Wakil Presiden Boediono menginginkan pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal tujuh hingga delapan persen, sehingga dapat menyerap tenaga kerja.

“Angka 6,5 persen belum cukup, angka tujuh hingga delapan persen yang kita inginkan,” ujar Boediono saat membuka sarasehan nasional “Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Muda Menuju Indonesia Maju 2025”, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (15/5).

Menurut Boediono pertumbuhan ekonomi tujuh hingga delapan persen mungkin hanya cukup untuk mengurangi masalah angkatan kerja yang muda dan tua.

Boediono mengatakan, hal mendasar yang perlu diperhatikan untuk menciptakan lapangan kerja adalah memperhatikan pertumbuhan ekonomi. “Suka tidak suka, kenyataannya untuk menciptakan lapangan kerja adalah dengan pertumbuhan ekonomi,” kata Wapres.

Pertumbuhan ekonomi, tambah Boediono, memerlukan ekspansi dunia usaha. Selanjutnya dunia usaha baru akan membuka lapangan kerja baru. Oleh sebab itu pertumbuhan ekonomi adalah prasyarat untuk membuka lapangan kerja, baik untuk angkatan kerja muda atau lainnya.

Wapres juga mengatakan kunci pertumbuhan ekonomi adalah investasi. “Ingin tumbuh perlu investasi, ini tugas kita bersama,” ucap Wapres.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebutkan dari jumlah penduduk sebanyak 237,6 juta orang pada 2010, 40 juta orang di antaranya, atau sekitar 16,8 persen, berusia 15-24 tahun (kaum muda).

Walau selama lima tahun terakhir jumlah pengangguran makin turun menjadi 6,8 persen pada 2011, tetapi secara absolut jumlahnya relatif masih tinggi, yakni sekitar tujuh juta orang, lebih dari setengahnya adalah kaum muda.

Ketua Umum Kadin, Suryo B Sulisto, mengatakan tiga bulan terakhir pihaknya bersama dengan asosiasi/organisasi pengembangan masyarakat lainnya telah melakukan identifikasi kebutuhan tenaga kerja untuk lima tahun mendatang.

Berdasarkan informasi yang diberikan 13 asosiasi industri/lembaga pengembangan masyarakat telah teridentifikasi kebutuhan tenaga kerja muda untuk tiga tahun mendatang (2012-2014) yakni 1,9 juta tenaga kerja baru.

LINK