REI Kritik BI, Minta Kenaikan Uang Muka KPR Ditunda

Ipotnews – Melalui surat resminya yang dikirim hari ini, Real Estate Indonesia (REI) mendesak Bank Indonesia (BI) untuk menunda pelaksanaan Surat Edaran BI yang menetapkan uang muka (down payment/DP) 30 persen untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) tipe 70 meter persegi.

“REI hari ini mengirim surat resmi ke BI untuk menunda pelaksanaan bagi pemberlakuan uang KPR 30 persen. Dalam aturan BI itu, sedianya batasan DP KPR itu kan akan berlaku pada Juni 2012,” kata Ketua Umum REI, Handaka Santosa dalam seminar nasional bertajuk Masa Depan Industri Perbankan, Multifinance, Otomotif, Real Estate Pasca Penetapan Pembatasan Uang Muka di Grand Hyatt Hotel Jakarta, Selasa, (15/5/2012).

Menurut Handaka, BI tidak memiliki alasan yang kuat jika penetapan kebijakannya tersebut terkait dengan perkiraan bakal meningkatnya angka kredit bermasalah (non performing loal/NPL) “Sekarang ini NPL di bank sekitar 1 persen, karena masih banyak bank yang NPL-nya kurang dari 1 persen. Maka, BI harus menunda kebijakannya ini sampai NPL sudah mengkhawatirkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Handaka menjelaskan, pada dasarnya prinsip kehati-hatian yang dilakukan BI justru dilaksanakan secara tidak cermat. “Jadi maksud kami, kehati-hatian itu perlu, namun jangan sampai terlalu hati-hati.  Kami tidak  anti kehati-hatian, tetapi waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan,” tuturnya.

Ketidakhati-hatian yang dilakukan BI, jelas Handaka, juga tampak dari langkah yang ditempuh BI dalam merumuskan kebijakan penetapan batas uang muka KPR. “Seharusnya saat BI membuat kebijakan itu, penting bagi mereka untuk mengundang REI untuk mengetahui keadaan market,” ucapnya.(Budi)

LINK