Kisah Sebelum Sukhoi Terjerembab Versi Blogger Rusia yang Batal Ikut “Joy Flight”

Ipotnews – Sergey Dolya sempat ragu-ragu melangkahkan kakinya saat menuju landasan udara. Ada sesuatu yang tiba-tiba mendorongnya dalam kebimbangan. Hingga akhirnya dia terlambat. Pintu pesawat pun sudah ditutup.

Namun, di balik keraguannya, ucapan syukur tak terkira diungkap blogger asal Rusia itu. Memilih tinggal di Landasan Udara Halim Perdana Kusumah ketimbang ikut dalam joy flight pesawat Sukhoi SuperJet-100 (SSJ 100) merupakan keputusan terbaik dalam hidup Dolya.

Penulis perjalanan dan blogger ini menceritakan pengalaman dan kronologis sebelum terjadinya kecelakaan pesawat Sukhoi SuperJet-100 di blog sergeydolya.livejournal.com pada 14 Mei. Dalam posting terbarunya, Dolya membeberkan urutan kejadian sebelum pesawat itu menuju Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Selain Indonesia, SuperJet-100 menggelar tur promosi di beberapa negara seperti Kazakhstan, Pakistan, Burma, Laos dan Vietnam. Ada tiga agenda utama  SuperJet-100 di Indonesia sebelum kisah nahas menimpa, saat Rabu (9/5) lalu kandas di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di hari pertama, agenda SuperJet-100 melakukan penerbangan ke negara-negara dengan tingkat perekonomian yang tengah menggeliat, seperti Indonesia. Hari kedua, merupakan presentasi dan joy flight untuk calon konsumen potensial, dan hari ketiga, SuperJet-100 dijadwalkan melanjutkan penerbangan ke negara lain.

Dolya menulis, pesawat SuperJet-100 tiba di Indonesia sesuai jadwal. Kemudian pihak Sukhoi menghubungi Sky Aviation untuk melapor. Demonstrasi penerbangan pertama berlangsung lancar dengan durasi 30 menit.

Usai joy flight pertama, kru teknisi memeriksa sistem peralatan pesawat. Dolya mengatakan, semua sensor berwarna hijau aktif, hal ini mengindikasikan pesawat tersebut dalam kesediaan penuh dan siap terbang.

Sang pilot, Alexander Yablontsev dan co-pilot Alexander Kochetkov, kata Dolya, sedang berada dalam suasana hati yang baik. Mereka pun sempat berfoto dengan pramugari Indonesia. Dolya ingat betul, kala itu ahli aviasi Dennis Rakhimov dan Alexei Kirkin juga sedang bersuka cita. Ini tampak saat Dolya mengambil foto mereka, dan mengatakan keduanya akan menempatkan foto itu di kantor.

Tibalah saatnya naik pesawat. Beberapa saat sebelum pramugari Indonesia berangkat, mereka menyempatkan diri untuk berfoto-foto.

Entah mengapa, tiba-tiba Dolya terdorong untuk membatalkan niatnya. Dia ingin mengabadikan aktivitas kru SuperJet-100 sekali lagi di dalam kabin. “Namun, pintu pesawat sudah ditutup. Meninggalkan delegasi 23 orang,” kenangnya. Terakhir kali Dolya melihat sosok kru SuperJet-100 di balik kaca bandara.

Di Lanud Halim, tim Sukhoi lainnya tengah berbincang soal bisnis. Beberapa saat berselang, wakil petugas di bandara menyampaikan kabar buruk bahwa mereka kehilangan kontak dengan pesawat. Sukhoi SuperJet-100 hilang dari radar.

Tim Sukhoi di bandara cemas, dan segera keluar menuju landasan sambil terus menatap langit. Bahan bakar pesawat kala itu 3,8 ton, diperkirakan cukup untuk melakukan penerbangan selama dua jam. “Tidak ada anggota tim yang percaya pesawat yang memiliki kesiapan penuh dengan pilot Rusia yang sangat berpengalaman itu bisa hilang tanpa jejak,” kata Dolya.

Setengah jam berlalu. Bandara Halim mengumumkan status pesawat SuperJet-100 memasuki kondisi pra-siaga. Belum diputuskan untuk mengirim helikopter bantuan, mengingat pesawat itu diperkirakan masih memiliki bahan bakar yang cukup.

Dua jam kemudian, helikopter pun diterbangkan menyisir ke arah sisi Gunung Salak, lokasi terdekat saat mulai kehilangan kontak. Tetapi sayang, cuaca sangat buruk, sehingga helikopter tidak diizinkan mendekat, dan harus kembali ke pangkalan.

Tim Rusia juga berusaha mencari tahu keberadaan SuperJet-100 dengan melakukan operasi yang melibatkan militer, polisi dan kru di bandara. Siaga di kantor pusat, mereka menunggu berita petang dan malam. Mereka tidur di bandara hanya beberapa jam menjelang fajar.

Lalu kisah pencarian seperti yang dilaporkan berbagai media di Indonesia pun meluas. Dolya selalu memantau dan mengabarkan dari akun Twitter-nya @dolyasergey. Terkadang, dia mengaku tak memiliki waktu untuk menulis panjang di blog.

“Ini tidak ditulis dalam waktu yang lama. Tidak ada waktu. Semua informasi terbaru tentang saya ada di Twitter,” tutur Dolya. (Vina)

LINK