Indofarma Optimistis Laba Akhir Tahun Capai Rp75 Miliar

Ipotnews – Sepanjang kuartal I tahun ini, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) mencatatkan laba bersih Rp140 juta, dibandingkan dengan laba bersih periode tahun sebelumnya yang justru mencatat kerugian Rp19,989 miliar. Laba bersih Perseroan di periode tersebut dikontribusikan melalui peningkatan penjualan yang mencapai Rp168,82 miliar dari Rp118,88 miliar pada periode yang sama 2011.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Indofarma [INAF 205 0 (+0,0%)] Djakfarudin Junus semakin yakin dengan kinerja Perseroan sepanjang tahun ini. “Lihat kuartal I, walaupun jumlahnya kecil tapi sudah cukup positif jika melihat pertumbuhannya dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Djakfarudin dalam paparan publik, di Jakarta, Selasa (15/5).

Djakfarudin mengatakan, sejauh ini pihaknya juga telah melakukan pengembangan dengan mitra strategis melalui pembangunan channel (distributor). Selain itu, menurut Djakfarudin, Perseroan juga telah melakukan optimalisasi pasar obat generik bermerek dan reposisi portofolio penjualan produk.

Selain itu, dalam meningkatkan kinerja tahun ini, Djakfarudin terus memacu pelayanan melalui cabang-cabang yang dimiliki. “Dari 30 cabang yang kami miliki, semua harus mempunyai tingkatan pelayanan yang baik dan merata,” tambah dia.

Untuk itu, Indofarma sepanjang tahun ini menargetkan bisa memperoleh laba bersih hingga Rp75 miliar dengan pendapatan penjualan Rp1,4 triliun.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Indofarma telah mendapat persetujuan untuk tidak membagikan dividen kepada para pemegang saham. Dari catatan laba bersih Perseroan di 2011 sebesar Rp36,92 miliar, sebagian besar atau sekitar Rp35,442 miliar digunakan Perseroan sebagai laba ditahan.

Sisa dana laba bersih lainnya digunakan masing-masing untuk dana kemitraan dan bina lingkungan atau sebesar Rp738 juta. RUPST juga menyetujui beberapa nama komisaris baru yang masuk dalam jajaran manajemen Indofarma.

Di antara nama-nama yang diangkat, yakni Suptoyantono sebagai Komisaris Utama yang sebelumnya menjabat di Dirjen Departemen Kesehatan, Kustantinah dan Dumoly Freddy Pardede sebagai Komisaris yang sebelumnya menjabat di BPOM dan Bapepam-LK, serta Marzuki Abdullah sebagai Komisaris Independen.(Issa)

LINK