GAPMMI Keberatan PGN Naikkan Harga Gas Hingga 55%

Ipotnews – Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) menyatakan keberatan atas tindakan PT Perusahaan Gas Negara (PGN/PGAS) yang menaikkan harga gas secara sepihak hingga 55 persen.

Ketua Umum GAPMMI, Adhi Siswaja Lukman, mengatakan pihaknya sangat keberatan dengan langkah [PGAS 3,975 250 (+6,7%)]  menaikkan harga tanpa membicarakan telebih dahulu dengan pihak industri. Sehingga mau tidak mau,  industri makanan dan minuman khususnya, sangat dirugikan dengan kenaikan harga gas yang setinggi itu.

“Kita komplain terhadap kenaikan ini, karena penyampaiannya sangat terlambat. Itu kenaikan (harga gas) 1 Mei lalu kan, trus surat (keputusan) baru 8 Mei, dan kita terima tanggal 9 Mei. Harusnya PGN mengajak bicara industri untuk membuat rencana kerja,” kata Adhi, kepada Ipotnews, di Jakarta, Selasa (15/5).

Dia menjelaskan, kerugian yang dialami industri tesebut tidak bisa dielakkan karena industri tentunya memiliki kontrak dengan pihak pembeli. Di mana pihak industri tidak bisa serta merta atau mendadak menaikkan harga pada pembeli.

Tak pelak, lanjutnya, industri yang akan menanggung beban biaya produksi yang meningkat. Karena untuk menaikkan harga produk tersebut, kata dia, paling tidak membutuhkan satu bulan sebelumnya untuk diumumkan pada pihak pembeli.

“Memang waktu itu ada pembicaraan kita dengan PGN agar suplainya stabil dan kontinye atau tidak dikurangi. Sedangkan harga kita sampaikan bisa dirundingkan, bukan berarti harga naik mendadak begini, itu (55%) besar sekali. Harusnya ya bertahaplah, 10 sampai 15 persen sampai mungkin 2013, supaya tidak mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan,” jelasnya.

Sebelumnya, PGN menaikkan harga gas per 1 Mei 2012 sebesar 55% menjadi USD 12,2 per million metric british thermal unit (mmbtu), dari sebelumnya seharga USD6,6 per mmbtu.(Fitriya)

LINK