Rugi Besar, Petinggi JPMorgan Dikabarkan Segera Mundur

Ipotnews – JPMorgan Chase diperkirakan segera menerima pengunduran diri salah satu perempuan paling berkuasa di Wall Street setelah bank itu membukukan kerugian dua miliar dollar AS.

Menurut narasumber yang tidak bersedia diungkap identitasnya, seperti dilansir laman Yahoofinance, Senin (14/5), JPMorgan akan menerima pengunduran diri Ina Drew, kepala investasi bank tersebut.

Drew, 55 tahun, yang disebut-sebut sebagai salah satu eksekutif dengan bayaran paling besar di JPMorgan Chase, menurut narasumber itu telah mengajukan pengunduran diri beberapa kali sejak CEO Jamie Dimon mengungkap kerugian akibat perdagangan, Kamis (10/5). Bank tersebut terus mendapatkan tekanan untuk menerima pengunduran dirinya.

“Setidaknya, dua eksekutif lain di JPMorgan akan bertanggung jawab atas kesalahan tersebut,” tutur narasumber itu.

Sebelumnya, Dimon menyatakan kesalahan tersebut bakal menyulitkan bagi upaya perusahaan untuk menghadapi sejumlah perubahan peraturan, tiga tahun setelah krisis keuangan.

Kerugian yang dibukukan JPMorgan memicu anggota Parlemen dan pengamat industri perbankan untuk penerapan peraturan yang lebih ketat terhadap Wall Street. Masih banyak peraturan pasca-krisis mengenai pengambilan risiko oleh bank hingga saat ini belum diselesaikan.

Sementara itu, Drew sendiri tercatat sebagai orang yang mengawasi divisi yang membukukan kerugian bagi JPMorgan. Tahun lalu, dia menerima bayaran 15,5 juta dollar AS, dan hampir 16 juta dollar AS pada 2010, menjadikannya sebagai salah satu orang yang mendapatkan bayaran tertinggi di JPMorgan.

Namun, menurut Drew menolak untuk memberikan komentar, begitu pula dengan juru bicara JPMorgan, Kristin Lemkau. Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Drew dan dua eksekutif lainnya diperkirakan segera mengundurkan diri.

Journal juga melaporkan bahwa Bruno Iksil, pialang JPMorgan yang dikenal sebagai “London whale” karena besarnya dana yang dia “mainkan”, sepertinya bakal mengundurkan diri. Namun Journal melaporkan tidak diketahui kapan kepastiannya dia akan mundiur.

Dalam sebuah wawancara di TV, kemarin, Dimon mengatakan bahwa dia telah melakukan kesalahan ketika dia menepis kekhawatiran tentang perdagangan JPMorgan bulan lalu.

“Kami membuat kesalahan besar,” ujar Dimon dalam wawancara “Meet the Press” yang disiarkan jaringan NBC. “Hampir tak ada alasan untuk itu.”

Dimon mengaku tidak tahu mengetahui sejauh mana permasalahannya ketika April lalu mengatakan bahwa tak perlu ada yang dikhawatirkan terkait kerugian tersebut.

Kerugian itu terjadi dalam enam pekan terakhir. Dimon mengatakan kerugiannya berasal dari perdagangan derivatif dan dirancang untuk melindungi nilai dari risiko keuangan, sehingga tidak menguntungkan bagi bank.

Dalam acara bincang-bincang di ABC, anggota DPR dari Partai Demokrat, Barney Frank, mengatakan segala kemajuan lobi dari kalangan industri keuangan dalam perubahan aturan Dodd Frank Act’s tentang larangan trading hak milik telah tertunda seiring pengumuman JPMorgan pada 10 Mei. Barney pula yang mengajukan usulan tertulis pengkajian atas regulasi tersebut.

“Para pelaku kesalahan trading telah merasakan akibat meremehkan regulasi, tetapi bagi kami kasus ini lebih kuat secara politik,” papar Frank. Seperti dilansir laman Bloomberg, Barney mencermati adanya kelemahan dalam argumen Dimon.

LINK