Buntut Pemalsuan Latar Belakang Akademis, CEO Yahoo Akhirnya Lengser

Ipotnews – Chief Executive Officer (CEO) Yahoo! Inc, Scott Thompson, yang latar belakang akademisnya dipertanyakan, mengundurkan diri setelah empat bulan mengisi jabatan tersebut.

Selanjutnya, menurut raksasa Internet yang berbasis di Sunnyvake, California, Amerika Serikat itu, seperti dilansir laman Bloomberg, Senin (14/5), Ross Levinsohn, yang sebelumnya mengepalai media global—akan menjadi CEO sementara, dan Fred Amoroso ditunjuk sebagai Chairman.

Amoroso menggantikan Roy Bostock, Chairman non-eksekutif yang setuju untuk mundur secepatnya dari dewan. “Manajemen mengumumkan terjadinya beberapa perubahan dan penyelesaian dengan Third Point (salah satu pemegang saham terbesar Yahoo! Inc), dan yakin mereka akan melayani kepentingan terbaik para pemegang saham kami,” papar Amoroso.

Third Point LLC, yang menguasai 5,8 persen saham Yahoo, meningkatkan tekanan setelah terkuaknya kasus pemalsuan latar belakang akademis Thompson, 3 Mei lalu. Hengkangnya CEO ketiga dalam tiga tahun terakhir semakin meruncingkan pergolakan di perusahaan yang pernah menguasai informasi online dan mesin pencari global. Penjualan Yahoo pada 2011 tercatat anjlok 31 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya, dan nilai pasarnya juga terus melorot lebih dari setengah sejak akhir 2005.

“Perusahaan ini dalam posisi sulit,” ucap Paul Sweeney, analis senior Bloomberg Industries. “Mungkin, yang terbaik dan paling mudah untuk dilakukan adalah dengan membuat perubahan seperti ini.”

Thompson, 54 tahun, diangkat sebagai CEO untuk membawa perubahan setelah Google Inc dan Facebook Inc menggaet para pengguna Internet dan meraih banyak iklan online.

Lengsernya Thompson bermula dari referensi pendidikannya yang menyebutkan gelar sarjana ilmu komputer dari Stonehill College. Namun, mantan eksekutif eBay Inc itu sebenarnya meraih gelar di bidang akuntansi dari sekolah tersebut. Celakanya, informasi itu tercatat dalam keterangan resmi eBay maupun Yahoo.

Kabar memalukan itu kali pertama diungkap oleh Daniel Loeb, pendiri perusahaan investasi Third Point. Dia mengatakan telah menemukan fakta bahwa Thompson tidak pernah mengantongi gelar ilmu komputer dari Stonehill College, sebuah kampus di dekat Boston, Amerika Serikat, seperti dinyatakan Yahoo, saat mengajukan dokumen resmi untuk regulator, beberapa waktu lalu.

Dalam biografi resmi Thompson disebutkan, pekerjaan terakhirnya adalah Presiden PayPal, perusahaan e-commerce global yang berada di bawah eBay Inc. Dalam laporan tersebut juga disampaikan mengenai riwayat akademisnya.

Disebutkan pula, Stonehill ternyata tidak pernah menawarkan ijazah ilmu komputer hingga empat tahun setelah Thompson lulus.

Sebagai bagian dari perubahan dewan manajemen, Loeb ikut bergabung bersama Harry Wilson dan Michael Wolf. Calon keempat, Jeffrey Zucker, mengundurkan diri dari pencalonan pada hari ini agar terjadi transisi yang lebih cepat.

Selain Bostock, anggota dewan lainnya Patti Hart, Gary Wilson, Arthur Kern dan Vyomesh Joshi secepatnya akan mengundurkan diri. Sebelumnya, perusahaan mengatakan tidak akan mendukung dilakukan pemilihan kembali saat digelarnya RUPS. Third Point juga mengatakan latar belakang akademis Hart tidak sesuai.

Sebelumnya, Yahoo menunjuk Thompson Januari lalu untuk menggantikan Carol Bartz, yang dipecat dewan September. Chief Financial Officer Tim Morse ditunjuk untuk menjadi CEO sementara sejak Bartz meninggalkan jabatannya.

Dalam beberapa bulan memegang kendali, Thompson sudah memangkas dua ribu karyawan dan merombak manajemen. Langkah tersebut membuat harga saham Yahoo melonjak.

LINK