Proyek Prestisius Rusia Terjerembab Di Gunung Salak

Ipotnews – Jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) di Gunung Salak, Jawa Barat, menjadi mimpi buruk bagi industri penerbangan Rusia. Bagaimana tidak? SSJ 100 merupakan proyek ambisius Rusia yang diharapkan menjadi tonggak penting industri penerbangan sipil negara itu. Ironisnya lagi, pada Rabu (9/5), hari jatuhnya pesawat, bertepatan dengan Hari Kemenangan, hari libur di Rusia untuk memperingati kemenangan atas NAZI.

Proyek Prestisius Rusia Terjerembab di Gunung Berapi (Gunung Salak). Demikian laman terkemuka Jerman, spiegel.de, memberi judul untuk berita utamanya pada Kamis (10/5). Menurut laman tersebut, tragedi di Indonesia itu sangat membahayakan ambisi proyek SSJ 100 yang sangat diharapkan Moskwa untuk menjadi cerita sukses industri penerbangan sipilnya.

Disebutkan, demonstrasi penerbangan (joy flight) yang dilakukan di Indonesia, bertujuan untuk memamerkan keunggulan SSJ 100 yang digadang-gadang sebagai pesawat regional dan merupakan bintang dari industri penerbangan Rusia. Tak heran, berita jatuhnya pesawat tersebut sangat sulit dipercaya di Rusia.

Menurut spiegel.de, seluruh Rusia tertegun dengan berita kecelakaan itu. Pada Kamis, tabloid terkemuka Tvoi Den yang dekat dengan Kremlin menulis: “Sukhoi Superjet 100 Hilang Secara Misterius”.

Tragedi terjadi ketika di Moskwa tengah memperingati Hari Kemenangan, di mana sekitar 14 ribu prajurit berbaris gagak di Kremlin dalam parade membanggakan, lengkap dengan pameran persenjataan.

Tentu saja, kecelakaan itu pukulan telak bagi proyek SSJ 100 yang digagas oleh Vladimir Putin, yang pada Senin lalu kembali disumpah untuk menjabat presiden hingga 6 tahun ke depan.

Proyek SSJ 100 adalah proyek pembuatan pesawat sipil pertama sejak Uni Soviet bubar, menggantikan kejayaan Illyushin, Tupolev, dan Antonov yang kini sudah kehilangan kilau.

Rusia, yang selama ini masih sangat tergantung dengan ekspor sumber daya alam, sangat berharap industri penerbangan akan menjadi garda depan modernisasi ekonomi dan industrinya. Pemerintah bahkan berencana menginvestasikan dana 42,5 miliar euro untuk pengembangan industri penerbangan hingga 2025, dengan ambisi menjadi pemain global ketiga dalam pembuatan pesawat setelah Airbus dan Boeing.

Untuk ambisi itu, SSJ 100 yang kini sudah melayani penerbangan domestik di Rusia, adalah pionirnya. Dan, untuk ambisi itu juga, SSJ 100 melakukan demonstrasi penerbangan di Indonesia yang mencatat pertumbuhan industri penerbangan terbaik secara global saat ini.

Menurut rencana, setelah Indonesia, demonstrasi terbang juga akan dilakukan di Kazakhstan, Pakistan, Laos, and Vietnam.

LINK