IHSG Masih Diprediksi Masih Sulit Bangkit

Ipotnews – Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis diperkirakan melemah menyusul terpuruknya Dow Jones memasuki hari keenam sebesar 97,03 poin, serta anjloknya harga komoditas energi dan logam, khususnya timah yang anjlok 4,2 persen.

Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang di Jakarta, Kamis, kondisi itu disebabkan oleh kondisi di beberapa negara zona euro, seperti “yield” obligasi pemerintah Spanyol yang melonjak di atas 6 persen dan kemungkinan Yunani keluar dari kawasan mata uang tunggal Eropa.

Situasi tak menentu ini juga memicu kejatuhan harga minyak mentah Nymex di bawah 97 dolar AS per barel. Meski penurunan harga minyak ini baik bagi sektor konsumer, keuangan, aneka industri, serta pertambangan.

“Selain itu, secara makro ekonomi dampaknya baik karena dapat mengurangi tekanan inflasi dan defisit anggaran pemerintah terkait subsidi untuk BBM,” kata Edwin dalam risetnya seperti dilansir Antara.

Indeks Dow Jones sempat turun lebih dari 150 poin pada awal perdagangan menyusul kekhawatiran lanjutan atas krisis politik yang saat ini terjadi di zona Eropa. Selain itu, naiknya “yield” obligasi Spanyol tenor 10 tahun di atas 6 persen setelah munculnya berita perbankan Spanyol memerlukan dana 45 miliar dolar AS untuk penyelamatan sistem perbankan di negeri matador itu.

Ditambah lagi, lanjut dia, dengan data ekonomi yang mengecewakan di mana kenaikan persediaan barang pada Maret lebih kecil dari perkiraan awal sebesar 0,3 persen menjadi 480,4 miliar dolar AS.

Namun, di akhir perdagangan, indeks Dow Jones anjlok 97,03 poin (0,75 persen) diiringi oleh naiknya The CBOE Volatility Index yang ditutup di atas level 20 di hari keenam menyusul akan dicairkannya paket dana talangan oleh The European Financial Stability Facility (EFSF) untuk Yunani senilai 5,2 miliar euro (6,72 miliar dolar AS).

Kejatuhan Dow Jones selama enam hari berturut-turut tersebut membuat indeks saham unggulan ini tergerus lebih dari 3 persen, dan terakhir kalinya pola kejatuhan enam hari berturut-turut terjadi pada bulan Agustus 2011.

“Secara teknikal, IHSG masih diperkirakan diterpa berlanjutnya aksi jual dengan kisaran berada di level 4.087-4.166,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Riset e-Trading Securities Bertrand Raynaldi mengungkapkan pada perdagangan Kamis, IHSG akan menguji level “support”-nya, dengan “support” kedua di 4.040, “resistance” pertama yakni 4.180, dan “resistance” kedua 4.232.

Saham-saham yang dapat diperhatikan, antara lain PT Duta Graha Indah Tbk. (DGIK), PT Jafpa Comfeed Tbk. (JPFA), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM).

LINK