Pemerintah Genjot Perdagangan Dalam Negeri Imbangi Penurunan Ekspor

Ipotnews – Konsumsi dalam negeri memberikan kontribusi sebesar 60 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang mencapai Rp8.600 triliun. Untuk mengatasi penurunan ekspor akibat krisis global, pemerintah akan menggenjot perdagangan dalam negeri.

“Ini merupakan peluang untuk menutup perlambatan ekspor Indonesia ke pasar global. Karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah menggenjot pertumbuhan perdagangan di dalam negeri dengan mengoptimalisasi jaringan perdagangan antar pulau,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, di Jakarta, Selasa (8/5), diberitakan Antara.

Menurut Bayu, pemerintah masih belum fokus untuk mengadakan analisis mendalam tentang potensi besar dan pertumbuhan perdagangan di dalam negeri. “Saat ini, pasar tujuan ekspor terbesar seperti Amerika dan Eropa mengalami perlambatan. Akhirnya negara-negara lain berbalik menggempur pangsa pasar Indonesia yang sangat potensial dan kondisi tersebut harus dijadikan momentum untuk memanfaatkan pasar dalam negeri,” paparnya.

Bayu mengatakan pihaknya berharap pemerintah daerah (pemda) bisa mencontoh Pemda Jawa Timur (Jatim) dalam meningkatkan pasar dalam negeri. “Provinsi paling timur Pulau Jawa tersebut berhasil melakukan sinkronisasi lewat atase perdagangan yang ditempatkan pada setiap pulau di luar wilayah Jatim. Langkah membangun jaringan antar pulau tersebut cukup efektif, apalagi `growth` konsumsi dalam negeri cukup positif dilihat dari PDB sebesar 5 persen per tahun,” ujarnya.

Bayu menyinggung pertumbuhan ekonomi sepanjang tiga bulan pertama tahun ini mencapai 6,3 persen atau lebih lambat dari pertumbuhan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 6,5 persen. “Pemicu perlambatan pertumbuhan ekonomi ini salah satunya karena lesunya ekspor. Pertumbuhan ekspor pada triwulan pertama tahun ini hanya 7,8 persen atau lebih rendah dari pada tahun lalu yang masih bisa menyentuh level 12,3 persen,” ungkapnya.

LINK