Berpotensi Matikan Industri Lokal, Impor Produk China Mesti Dibatasi

Ipotnews – Pemerintah diharapkan segera membatasi masuknya produk impor, khususnya dari China, demi menjaga keberlangsungan hidup industri nasional.

Pasalnya, menurut pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiktyo, produk China dengan harga yang jauh lebih murah sangat diminati konsumen lokal, sehingga dikhawatirkan akan menggeser produk lokal yang harganya jauh lebih mahal.

“Jika pemerintah tidak melakukan pengaturan terhadap masuknya produk China, dampaknya akan sangat besar,” papar Rimawan, seperti diberitakan Antara, di Jakarta, Rabu (9/5).

Rimawan menilai produk China bisa mengungguli produk lokal yang harganya jauh lebih tinggi, sehingga konsumen tidak meminati produk nasional, dan pada gilirannya akan mematikan perusahaan lokal.

Akibatnya, lanjut dia, banyak perusahaan lokal akan gulung tikar sehingga meningkatkan pengangguran di dalam negeri. Kondisi ini akan mendorong investasi asing makin berkurang, karena mereka mengalihkan dananya ke negara lain yang akan dijadikan basis produksi.

Lebih lanjut dia berpendapat investor asing kemungkinan akan menginvestasikan dana di China maupun Vietnam ketimbang Indonesia sebagai basis produksi, dan mengekspor produknya ke pasar domestik.

“Minat investor akan berubah karena produsen lebih tertarik berekspansi di China dan mengekspor barang jadinya ke Indonesia,” tutur Rimawan.

Namun, Rimawan mengemukakan, dengan meningkatnya impor barang konsumsi, menunjukkan bahwa geliat industri nasional belum terlalu pulih, meski ada tren meningkat dibandingkan tahun lalu.

“Pemerintah harus memberikan dorongan kepada pengusaha agar industri lebih bertumbuh. Jika impor makin tinggi dan masyarakat lebih memilih produk impor, produsen akan beralih menjadi importir,” katanya.

LINK