Akhiri Krisis Eropa, IMF Desak Jerman Seimbangkan Ekonomi

Ipotnews –IMF menilai prospek pemulihan ekonomi di Jerman terlihat “baik”, tetapi mendesak negara itu untuk berbuat lebih banyak guna menyeimbangkan pertumbuhan Eropa, dan mengakhiri krisis utang di benua tersebut.

Setelah pembicaraan di Berlin, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan Jerman masih rentan terkena imbas dari masalah yang bergolak di selatan Eropa, walaupun perekonomian dalam negerinya kokoh.

“Pemulihan Jerman didorong oleh permintaan domestik setelah perlambatan ekonomi akhir tahun lalu,” demikian pernyataan IMF seperti diberitakan AFP, Rabu (9/5).

Namun, menurut IMF, gejolak yang terjadi di Yunani, Spanyol, Portugal atau Irlandia, bakal meluap ke Jerman melalui saluran riil dan sektor keuangan. “Jerman bisa berbuat lebih banyak untuk membantu mengatasi terjadinya ketidakseimbangan struktural yang diramalkan bakal memicu terjadinya krisis,” tutur IMF.

Dalam beberapa dekade, Jerman sukses membangun pertumbuhan ekonominya melalui ekspor, sehingga sangat bergantung pada konsumen di negara-negara seperti Yunani.

Karena itu, IMF mendorong Jerman untuk menggenjot konsumsi domestik untuk mendorong pertumbuhan. “Berkurangnya ketidakseimbangan di zona euro akan dibantu oleh rebalancing alami dari perekonomian Jerman,” papar lembaga keuangan internasional yang berbasis di Washington, Amerika Serikat itu.

IMF juga meminta Berlin untuk membantu “mengartikulasikan lebih jelas visi ekonomi dan moneter Uni Eropa pasca-krisis”, guna meningkatkan kepercayaan pasar keuangan global.

Jerman memang menjadi penyelamat dalam krisis utang yang melanda negara-negara Eropa, dengan menawarkan sebagian besar uang tunai untuk dana talangan Uni Eropa.

Namun, “aksi heroik” yang dilakukan pemerintahan Kanselir Angela Merkel sangat tidak populer di negerinya sendiri, bahkan memancing amarah para pembayar pajak, sehingga bisa berdampak pada krisis politik dan mempengaruhi upaya bersama Eropa untuk mengatasi krisis.

LINK