IMF: Zona Euro Harus Lebih Fleksibel untuk Penuhi Target Fiskal

Ipotnews – IMF menilai pertarungan “pertumbuhan versus penghematan” sebagai “perdebatan palsu” dan mendesak fleksibilitas untuk negara zona euro yang mengalami kesulitan memenuhi target fiskal.

Hal itu diungkap Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde sehari setelah pemilihan umum di Prancis dan Yunani, mengirimkan kekuasaan kepada partai yang menentang pemotongan anggaran.

Dalam pandangannya, Lagarde mengatakan negara tidak boleh dipaksa memperketat pengeluaran jika pertumbuhan melambat. “Jika pertumbuhan lebih buruk dari yang diharapkan, mereka harus tetap berpegang pada langkah-langkah fiskal yang ditetapkan, bukan target fiskal yang diumumkan,” papar Lagarde di Zurich, Swiss, seperti diberitakan AFP, Selasa (8/5).

“Dengan kata lain, mereka tidak seharusnya memerangi setiap penurunan pendapatan pajak atau kenaikan pengeluaran yang disebabkan semata-mata karena ekonomi melemah.”

Masalah ini sangat krusial bagi beberapa negara zona euro yang menghadapi resesi, termasuk tiga di antaranya yang mendapatkan dana talangan dari IMF-Uni Eropa, yakni Portugal, Yunani dan Irlandia.

Sebelumnya, Maret lalu semua sudah menyepakati perjanjian Uni Eropa, mencakup target anggaran yang sulit, dan ketiga negara itu juga menghadapi tujuan kinerja fiskal di bawah penyelamatan mereka yang menyumbang angka pertumbuhan.

Lagarde, yang tidak menyebutkan negara tertentu dalam pidatonya, mengecilkan pilihan antara penghematan dan pertumbuhan.

“Pendukung pertumbuhan mengatakan kita memerlukan lebih banyak stimulus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan. Sedangkan yang mendukung penghematan menilai pasar sedang menanti bagaimana cara menyelesaikan tingginya utang publik, dan pemerintah harus melakukan apa yang diperlukan untuk mengurangi utang secepat mungkin,” papar Lagarde.

“Saya percaya itu (pertumbuhan vs penghematan) adalah perdebatan yang salah. Kami dapat merancang strategi yang baik untuk hari ini, dan di masa mendatang. Baik untuk stabilitas, dan baik untuk pertumbuhan, di mana stabilitas kondusif untuk pertumbuhan, dan pertumbuhan memfasilitasi stabilitas.”

Dia mengatakan kebijakan moneter telah melonggar karena tujuan peningkatan permintaan dan kembali ke pertumbuhan ekonomi. “Sementara kebijakan moneter sudah sangat longgar, mungkin ada beberapa lingkup—dan kebutuhan—yang harus bergerak lebih cepat dalam beberapa kasus,” ucap dia tanpa menjelaskan secara mendetail.

LINK