Yunani Dalam Ketidakpastian Baru, Dua Partai Utama Ditinggalkan Rakyat

Ipotnews – Kemarahan rakyat Yunani akibat krisis utang yang melanda negeri itu sejak 2008 tergambar jelas pada pemilu parlemen, Minggu (6/7). Dua partai politik yang mendominasi negara itu dalam beberapa dekade terakhir menderita kekalahan hebat. Hal ini mengakibatkan program bailout internasional – bahkan masa depan keanggotaan Yunani di Zona Euro – dalam ketidakpastian baru.

Dengan lebih dari 83 persen suara yang sudah dihitung, Yunani tampaknya menuju kebuntuan politik. Tidak ada yang memenangkan cukup suara untuk membentuk pemerintahan, dan dua partai yang utama yang selama ini mendukung program bailout – Demokrasi Baru yang konservatif dan partai sosialis PASOK yang berseberangan – mengakui mereka harus menang atas lawan utama untuk membentuk koalisi yang layak.

“Saya mengerti kemarahan rakyat, namun partai kami tidak akan membiarkan Yunani tanpa pemerintahan,” ujar pemimpin Demokrasi Baru, Antonis Samaras.

Demokrasi Baru, seperti diberitakan AP, Senin (7/5), sementara memimpin dengan perolehan hanya 20 persen suara, yang setara dengan 110 kursi di parlemen yang beranggotakan 300 kursi. Adapun PASOK yang berkuasa 21 tahun sejak 1981 dan pernah memenangkan 43 persen suara pada 2009, pada pemilu kali ini hanya mendulang 13,5 persen suara atau setara 41 kursi, bandingkan dengan 160 kursi yang mereka peroleh pada pemilu terakhir.

Hasil ini menunjukkan dukungan terendah yang diperoleh kedua partai sejak 1974, ketika Yunani baru lepas dari kediktatoran selama 7 tahun. Hal ini dipandang sebagai kemarahan rakyat pada langkah-langkah penghematan yang diberlakukan selama dua tahun terakhir sebagai imbalan atas dana bailout yang diterima Yunani dari dunia internasional. Tanpa bailout, bencana ekonomi Yunani akan lebih parah dan bahkan bakal menyeret negara Eropa lainnya ke jurang resesi.

Sebagai ganti, rakyat Yunani berbondong-bondong memberikan suara pada sejumlah partai kecil di kedua sayap, kiri dan kanan, termasuk partai Fajar Emas yang berhaluan ekstrem yang menolak disebut Neo-Nazi namun sangat ekstrem kanan. Partai ini memperoleh 7 persen suara dan berhak atas 21 wakil di parlemen, sangat menakjubkan jika dibanding perolehan 2009 yang hanya 0,29 persen dukungan.

“Pemenang” lain pada pemilu Minggu adalah Alexis Tsipras, politisi berusia 38 tahun yang memimpin Koalisi Radikal Kiri atau Syriza, yang partainya duduk di tempat kedua dengan raihan 16,4 persen atau menguasai 51 kursi. Hasil ini menjadikan Syriza sebagai partai pertama yang bisa mencapai dukungan sebesar itu di luar PASOK dan Demokrasi Baru sejak 40 tahun terakhir.

Adapun tingkat partisipasi hanya 64 persen, terendah yang pernah terjadi di Yunani.

Negosiasi koalisi diperkirakan akan mulai berlangsung Senin ini untuk membentuk pemerintahan. Samaras diberi waktu 3 hari untuk mencari mitra koalisi. Jika gagal, mandat akan diberikan kepada partai di urutan kedua, dan jika gagal kesempatan untuk partai di urutan ketiga.

LINK