Triwulan I, PDB Indonesia Tumbuh 6,3 Persen

Ipotnews–Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Triwulan I 2012 tercatat sebesar 6,3 persen atau mengalami kenaikan 1,4 persen dibandingkan Triwulan IV 2011.

“Baik secara quarter to quarter maupun secara year on year, pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan,” kata Kepala BPS, Suryamin di Gedung BPS Jakarta, Senin (7/6).

Menurut Suryamin, pertumbuhan tertinggi secara qtq ada pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan yang mencapai 20,9 persen. Selanjutnya disusul sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar 2,3 persen. “Tertinggi ketiga ada di sektor pengangkutan dan komunikasi yang sebesar 1,3 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, tingginya peningkatan PDB di sektor pertanian lebih diakibatkan oleh panen raya pertanian yang masih berlangsung. “Kenaikan di sektor pengangkutan, karena angkutan mengalami peningkatan sejak akhir 2011 sampai awal 2012. Pada sektor komunikasi, ada pertumbuhan pada penggunaan telepon selular dan internet,” ujar Suryamin.

Sementara itu, lanjut Suryamin, pertumbuhan PDB tertinggi secara yoy ada pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 10,3 persen. Kemudian disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,5 persen dan diikuti sektor konstruksi sebesar 7,3 persen. “Tingginya pertumbuhan di sektor pengangkutan, karena peningkatan di angkutan udara. Sedangkan pada perdagangan, akibat impor barang yang tinggi dan hunian kamar hotel yang melebihi 52 persen, meningkatkan pertumbuhan pada sektor perhotelan dan restoran,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, tingginya pertumbuhan PDB di sektor konstruksi secara yoy diakibatkan oleh intensifnya pengerjaan proyek infrastruktur sejak akhir 2011. “Peningktan di sini, karena pembangunan infrastruktur masih terus berjalan, kegiatan renovasi juga menyumbang pertumbuhan di sektor konstruksi,” imbuhnya.

Suryamin mengungkapkan, struktur PDB pada Triwulan I 2012  menurut lapangan usaha sebagai pemberi kontribusi pertumbuhan ekonomi ada pada industri pengolahan sebesar 23,6 persen, pertanian (15,2 persen), perdagangan dan perhotelan (13,5 persen) serta sektor lainnya yang mencapai 47,7 persen.

PDB berdasarkan pengeluaran (qtq), kata Suryamin,  terjadi peningkatan sebesar 5 persen di sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami penurunan 45,1 persen. “PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) turun 4,8 persen, ekspor turun 7,2 persen dan impor turun 6,2 persen,” ucapnya.

Sedangkan, PDB menurut pengeluaran secara yoy, semua sektor mengalami kenaikan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga naik 4,9 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah (5,9 persen) PMTB (9,9 persen), ekspor (7,8 persen dan impor naik 8,2 persen.

(Budi)

LINK