Kerap Dihentikan di Tengah Jalan, Ekspor Buah dan Sayur ke Singapura Anjlok

Ipotnews – Menteri Pertanian Suswono mengatakan ekspor sayur dan buah-buahan ke Singapura cenderung menurun, meski dalam perjanjian bilateral disepakati akan memasok 30 persen pada 2014.

“Sekarang masih di bawah 10 persen, bahkan cenderung menurun hingga enam persen,” ujar Suswono di Bintan, Kepulauan Riau, kemarin, seperti diberitakan Antara, Senin (7/5).

Pemicu menurunnya ekspor sayur dan buah itu, menurut Suswono, karena banyaknya penghentian di tengah jalan, walaupun sudah ada kesepahaman sebelumnya. “Akar permasalahannya harus dicari dan diselesaikan,” katanya.

Menteri mengatakan, pihaknya optimistis bisa mencapai target 30 persen seperti yang telah disepakati dengan melakukan berbagai pola pengembangan dan kerja sama pemenuhan kebutuhan sayur dan buah untuk Singapura.

“Salah satunya dengan mengajak investor Singapura untuk berinvestasi, agar mereka bertanggung jawab menyerap produknya dan tidak terulang lagi pemutusan ekspor secara sepihak,” papar Mentan.

Kabupaten Bintan yang cukup dekat dengan Singapura mempunyai potensi untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah negara jiran itu. “Bintan memiliki potensi yang besar, tidak ada alasan buat kita untuk bersaing dengan China dan Thailand guna memenuhi kebutuhan pasar Singapura, apalagi jarak transportasi Bintan ke Singapura sangat dekat,” kata dia.

Kabupaten Bintan sebelumnya sudah dua kali melakukan ekspor sayur ke Singapura, namun terhenti di tengah jalan karena penghentian sepihak dari Singapura.

Untuk memenuhi kebutuhan sayur dan buah Singapura, Pemkab Bintan kembali menandatangani kerja sama dengan investor asal Singapura yang langsung disaksikan Suswono dan Gubernur Kepulaun Riau, Muhammad Sani.

“Diharapkan dengan adanya kesepahaman ini, ekspor buah dan sayur ke Singapura bisa berjalan lancar dan tidak ada lagi penghentian sepihak,” ucap Suswono.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau mengatakan, saat ini kontribusi Kepri untuk sektor pertanian baru dua persen, walaupun pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.

“Kami akan tetap berupaya meningkatkan kontribusi dari sektor pertanian hingga enam persen,” ujar Sani yang menyebut sektor industri masih dominan memberikan kontribusi hingga 50 persen.

LINK