Harry Supoyo Diprediksi Bakal Duduki Dirut BEI

Ipotnews–Perhelatan untuk merebut kursi kepemimpinan Bursa Efek Indonesia kian sengit. Pasalnya, pencalonan paket direksi BEI diwarnai unsur politik kekuasaan layaknya kompetisi di panggung politik. Saat ini, dari ke 3 paket tersebut, masing-masing tengah menuju uji kelayakan menjadi orang nomor satu di BEI.

Analis dari Aspirasi Indonesia Research Institute Yanuar Rizky berpendapat, terkait pertarungan 3 paket calon direksi BEI yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, sudah barang tentu nasibnya ditentukan oleh Bapepam-LK sebagai salah satu regulator pasar modal.

“Itu kaitannya tergantung bagaimana orang-orang di Lapangan Banteng, ketua Bapepam-LK, dan Menteri Keuangan. Maunya mereka apa. Mereka juga pasti komprominya harus besar di pasar,” ungkap Yanuar kepada Ipotnews.com, Minggu (6/5).

Menurutnya, masuknya Harry Supoyo yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Sekuritas dinilainya sebagai hal yang melanggar UU No 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, dimana calon yang bersangkutan harus terbebas dari tindak pidana apa pun atau sedang tidak tersangkut suatu kasus.

Pasalnya, Harry Supoyo saat ini tengah menjalani pemeriksaan terkait pembelian saham Garuda oleh Nazarudin yang diduga dananya berasal dari hasil korupsi.
“Peraturan ya tinggal peraturan. Sekarang Bapepam-LK mengubah UU tersebut. Apa tujuannya coba? Pasti ada sesuatu supaya bisa meloloskan salah satu kandidatnya,” ungkapnya.

Dia menyebut, hal tersebut erat sekali kaitannya dengan politik kekuatan, dimana salah satu kandidatnya didukung penuh oleh regulator-regulator yang harusnya justru bersikap independen.

Di sisi lain, dirinya berpendapat, jika para AB merasa hal tersebut tidak benar atau melanggar, harusnya hal tersebut diajukan ke Bapepam-LK atau pemegang saham sebagai pihak yang langsung berkaitan.

“Jika merasa tidak adil, bilang langsung dong ke Bapepam-LK atau pemegang sahamnya. Akan jauh lebih efektif ke para pemegang saham. Ini persoalan dari AB juga enggak konkret,” kata Yanuar.

Seharusnya, jika para AB merasa pencalonan direksi BEI bermasalah, lakukan perlawanan secara konkret, misalnya dengan mengajak AB – AB yang lain untuk menuntut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sebagai AB jika merasa ini melanggar, lakukan perlawanan dong secara konkret, tuntut ke KPK, jangan hanya bisa memanas-manasi saja. Tidak ada gunanya,” tegasnya.

Yanuar memastikan, dengan adanya politik kekuasaan dari pihak regulator selaku pengendali di pasar modal, Harry Supoyo dipastikan akan menang dalam pemilihan direksi BEI periode 2012-2015.

Dirinya prihatin, situasi pencalonan direksi BEI tak ubahnya seperti orang pilkada saja. “Saya prihatin. Situasinya kayak mau pilkada saja. Masa ada paket bursa yang rame-rame ikut ke Harry Supoyo. Ini pragmatis banget,” kata Yanuar.

Yanuar mencontohkan, coba saja lihat paket yang diusung AB yang mencalonkan Harry Supoyo sebagai calon Direktur Utama BEI, seluruh direksi BEI yang lama, berbondong-bondong mendukung Harry Supoyo dan meninggalkan Ito Warsito yang saat ini masih menjabat sebagai Dirut BEI.

“Coba lihat sekarang, direksi lama bursa semuanya meninggalkan Ito. Peta kekuatan semuanya ke Harry Supoyo. Ini attitude yang buruk. Suasana politiknya terlihat sekali. Gimana ga menang, dia dapet blessing dari Agus Martowardojo kok,” ungkap Yanuar.

Yanuar memaparkan, coba kita amati, untuk paket 3 yang dipimpin Harry Supoyo, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatutan yang dicalonkan yaitu Uriep Budhi Prasetyo yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pengawasan BEI, Direktur Pengembangan yang dicalonkan yaitu Samsul Hidayat yang saat ini sebagai Kabag PLE-Bapepam-LK, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia yang dicalonkan yaitu Friderica Widyasari Dewi yang sekarang menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI.
“Coba lihat, ada Samsul, Uriep, Kiki (Friderica), sudah pasti itu Harry Supoyo bakal menang. Ini pesanan Agus Marto kok,” ucapnya.

Bapepam-LK mencatat paket yang dipimpin oleh Harry Supoyo yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas mendapat dukungan paling banyak dari anggota bursa. Paket pertama yang dipimpin oleh Ito Warsito mendapatkan dukungan dari 32 anggota bursa, paket kedua yang dipimpin oleh Edgar Ekaputra mendapatkan dukungan dari 11 anggota bursa, dan paket ketiga yang dipimpin oleh Harry Supoyo mendapatkan dukungan dari 59 anggota bursa.

Pihak Bapepam-LK hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut. Pesan singkat atau pun telepon ipotnews belum mendapat respon.

(Dewi)

LINK