Pelarangan Ekspor Mineral Tetap Dimungkinkan: Kemendag

Ipotnews – Kementerian Pedagangan (Kemendag) mengungkapkan beberapa komoditas dari 14 bahan mineral kemungkinan akan tetap tidak diperbolehkan untuk diekspor. Empat belas bahan mineral tersebut antara lain, tembaga, emas, perak, timah, timbal, kromium, molybdenum, platinum, bauksit, biji besi, pasir besi, nikel, mangan, dan antimon.

Hal ini diungkapkan oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Deddy Saleh, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (4/5). Menurutnya, beberapa komoditas mineral tetap akan dilakukan pelarangan untuk ekspor, dengan tujuan untuk menjaga lingkungan dan memperhatikan kebutuhan di dalam negeri.

“Mungkin ada ada 5 komoditas mineral yang tetap dilarang ekspor. Yaitu komoditas yang kita butuhkan dan mempunyai dampak terhadap lingkungan. Kita mengusahakan agar hilirisasinya di dalam negeri,” ujarnya.

Deddy menambahkan, 14 komoditas mineral yang tengah dibahas untuk tetap tidak diperbolehkan ekspor adalah jenis mineral yang selama ini paling banyak dilakukan eksploitasi. Namun besaran bea keluar (BK) bagi komonditas mineral yang tetap akan diperbolehkan ekspor, tambah Deddy, masih belum ditentukan.

“Usulannya begitu, tapi belum final, terserah dari kementerian yang bersangkutan…Tapi yang penting harus ada rencana mengenai hilirisasinya. Jadi kalau hilirisasinya sudah jelas ada, mungkin komoditas itu yang diberikan izin ekspor,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, MS Hidayat, menyatakan dari keempat belas hasil tambang mineral yang diekspor, ada beberapa komoditas mineral yang menjadi prioritas utama untuk mendapat perhatian, dan dimungkinkan akan dikenakan BK paling tinggi. Lima komoditas mineral utama dari 14 mineral adalah nikel, tembaga, bijih besi, pasir besi, dan bauksit. (Fitriya)

LINK